Rabu, 8 April 2026

Berita Video

VIDEO : Buka Rakornas Karhutla, Jokowi Ancam Copot Pangdam dan Kapolda

Presiden Jokowi ancam akan mencopot Pangdam dan Kapolda jika tidak mampu atasi kebakaran hutan dan lahan di wilayahnya

Penulis: Muhamad Rusdi | Editor: Dian Anditya Mutiara

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengancam mencopot jabatan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) dan Kapolda yang tidak mampu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta rapat koordinasi nasional pengendalian karhutla tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

"Aturan main kita tetap masih sama, saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku (copot jabatan tak bisa atasi karhutla)," papar Jokowi.

"Saya kemarin sudah telepon Panglima TNI, saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi tiga atau empat hari yang lalu ke Kapolri, copot kalau enggak bisa mengatasi kebekaran hutan dan lahan," sambung Jokowi.

99 Persen Penyebab Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia Adalah Manusia

Jokowi menjelaskan, karhutla pada 2015 dan tahun sebelum-sebelumnya hampir terjadi di semua provinsi yang kerugiannya mencapai Rp 221 triliun atas lahan terbakar seluas 2,6 juta hektare.

Berdasarkan data yang diterima, kata Jokowi, jika dibandingkan dengan tahun ini dengan 2015 kejadian karhutla menurun 81 persen.

Tetapi, dibanding 2018 dengan saat ini mengalami kenaikan dan ke depan tidak boleh terjadi kenaikan lagi.

"Saya minta gubernur, pangdam, kapolda kerja berkolaborasi, bekerja sama dibantu dengan pemerintah pusat, panglima TNI, kapolti, BNPB, BRG. Usahakan jangan sampai kejadian baru bergerak," ujar Jokowi.

Greenpeace Indonesia Bantah Pernyataan Jokowi di Debat Kedua Capres soal Kebakaran Hutan

Menurutnya, menghilangkan karhutla memang sulit, tetapi harus ditekan setiap tahunnya dengan melakukan pencegahan dan jangan menunggu api membesar baru dipadamkan.

"Api sekecil apapun segera padamkan, kalau sudah gede apalagi di hutan gambut sangat sulit sekali padamnya. Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai," ucap Jokowi.

Jokowi: Kebakaran Hutan dan Lahan Bukan Tidak Ada Sama Sekali, tapi Turun Drastis 85 Persen Lebih

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) meluruskan pernyataannya saat debat kedua Pilpres 2019, soal tidak ada kebakaran hutan dan lahan dalam tiga tahun terakhir.

Calon presiden nomor urut 01 itu menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan telah ditangani oleh pemerintah dengan baik, hingga akhirnya peristiwa tersebut turun drastis.

"Saya sampaikan, kita bisa mengatasi kebakaran dalam tiga tahun ini, artinya bukan tidak ada, turun drastis 85 persen lebih," ujar Jokowi di Banten, Senin (18/2/2019).

 Akhir Bulan Ini Beroperasi, Tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome Masih Tunggu Keputusan Pemerintah

Dengan turunnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, kata Jokowi, maka tidak ada lagi keluhan dari maskapai penerbangan serta negara tetangga karena berdampak asap.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved