Harga Cabai Mahal Terus Bisa Bikin Pengusaha Makanan Merugi

"Kita berharap tidak lama dan tinggi karena bisa membahayakan secara keseluruhan. Masyarakat akan terpukul duluan berikutnya industri,"

Harga Cabai Mahal Terus Bisa Bikin Pengusaha Makanan Merugi
Warta Kota/Nur Ichsan
Ilustrasi aneka hidangan di rumah makan padang yang menggunakan cabai 

Mahalnya harga cabai membuat sejumlah pengusaha di bidang makanan di berbagai daerah menjadi waswas karena hal tersebut dinilai juga dapat berdampak kepada beban biaya operasional produk makanan yang menggunakan cabai.

Wakil Ketua GAPMMI (Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia) Rachmat Hidayat dalam rilis di Jakarta, Rabu, mengatakan dengan harga cabai tinggi, tentu saja pengeluaran modal bagi pengusaha yang menggunakan cabai juga akan semakin besar.

Menurut dia, jika kondisinya terus seperti ini, tidak menutup kemungkinan ada industri makanan yang bisa merugi atau tergulung usahanya.

"Kita berharap tidak lama dan tinggi karena bisa membahayakan secara keseluruhan. Masyarakat akan terpukul duluan berikutnya industri," ujarnya seperti dikutip dari antaranews.com.

Ia mengungkapkan, pengusaha umumnya tidak membeli langsung dari kebun tetapi menyetok untuk proses pengeringan dan sebagainya sehingga perlu diwaspadai bila stok habis.

Meresahkan Warga, Polsek Jatiasih Tangkap Bandar Judi Togel Hongkong

Di kesempatan terpisah, anggota Komisi IV Andi Akmal Pasludin mengatakan, harusnya pemerintah menugaskan Bulog untuk melakukan manajemen komoditi agar harga cabai tidak meroket.

"Misalnya teknologi penyimpanan cabai. Cabai ini tidak bisa lama. Tetapi harusnya Bulog bisa berfungsi membina petani ketika menjelang hari raya. Bisa kerjasama dengan petani dengan harga yang disepakati di awak. Kalau tidak ada kesepatakan di awal, petani juga malas menanam cabai," katanya.

Andi juga meminta pemerintah bertanggungjawab melindungi petani dan konsumen.

VIDEO: Buku Laris Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Diadopsi Jadi Film, Tayang 2020

Menurut dia, saat ini pihak yang dirugikan adalah konsumen karena harganya melonjak.

Sementara itu, Pakar Pertanian dari IPB, Dwi Andreas Santosa menilai tahun 2019 ini memang terjadi anomali terhadap produksi cabai dalam negeri karena lazimnya pada tahun-tahun lalu mulai bulan Mei, justru harga cabai melandai turun dan kemudian akan naik pada September dan Oktober.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved