Pameran Karya

Selain Film Bumi Manusia dan Perburuan, Pameran Jejak Langkah Pram Melengkapi Bulan Pramoedya

Selain film 'Bumi Manusia' dan 'Perburuan', Pameran 'Jejak Langkah Pram' melengkapi perayaan bulan Pramoedya Ananta Toer, Agustus 2019.

Selain Film Bumi Manusia dan Perburuan, Pameran Jejak Langkah Pram Melengkapi Bulan Pramoedya
Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko
Pramoedya Ananta Toer berbicara dalam video dokumentasi yang diputar di Pameran 'Jejak Langkah Pram'. Pameran digelar di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan mulai dibuka untuk umum, Senin (5/8/2019) malam, hingga akhir Agustus ini. 

Ada pameran karya mendiang Pramoedya Ananta Toer sepanjang Agustus 2019.

Pameran tersebut digelar untuk memperingati bulan Pramoedya Ananta Toer yang sekaligus untuk merayakan peringatan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia.

Rumah produksi Falcon Pictures menggelar pameran karya-karya Pramoedya Ananta Toer bertajuk Jejak Langkah Pram.

Sampul-sampul novel karya Pramoedya Ananta Toer terpasang di Pameran 'Jejak Langkah Pram'. Pameran digelar di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan mulai dibuka untuk umum, Senin (5/8/2019) malam, hingga akhir Agustus ini.
Sampul-sampul novel karya Pramoedya Ananta Toer terpasang di Pameran 'Jejak Langkah Pram'. Pameran digelar di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan mulai dibuka untuk umum, Senin (5/8/2019) malam, hingga akhir Agustus ini. (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

Pameran yang digelar di Lantai 4 RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, itu dibuka Senin (5/8/2019) petang.

Astuti Ananta Toer (63), putri ke-4 dari 8 bersaudara Pramoedya Ananta Toer, mengungkapkan, tujuan digelarnya Pameran Jejak Langkah Pram untuk mengenang karya-karya ayahnya.

"Pak Pramoedya adalah penulis paling produktif di Indonesia. Semasa hidupnya, beliau menghasilkan 52 buku yang telah diterbitkan," kata Astuti Ananta Toer berbincang, Senin malam.

Ikut Menyanyikan Ibu Pertiwi Sebagai Soundtrack Film Bumi Manusia, Begini Harapan Elfonda Mekel

Diminta Nyanyikan Soundtrack Bumi Manusia, Fiersa Besari: Kalau Menolak, Saya Menyesal Seumur Hidup

Jumlah karya Pramoedya Ananta Toer itu belum termasuk karya yang hilang dan belum diterbitkan.

Frederica, produser Falcon Pictures, menyatakan, Pameran Jejak Langkah Pram digelar supaya generasi masa sekarang bisa ikut merasakan karya-karya Pramoedya Ananta Toer.

"Falcon Pictures bersyukur menjadi bagian dalam mengangkat karya-karya Pramoedya Ananta Toer," kata Frederica.

Mesin ketik manual yang dipakai mendiang Pramoedya Ananta Toer ketika menuliskan karyanya terpasang di Pameran 'Jejak Langkah Pram'. Pameran digelar di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan mulai dibuka untuk umum, Senin (5/8/2019) malam, hingga akhir Agustus ini.
Mesin ketik manual yang dipakai mendiang Pramoedya Ananta Toer ketika menuliskan karyanya terpasang di Pameran 'Jejak Langkah Pram'. Pameran digelar di RBoJ Cafe, Jalan Buncit Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dan mulai dibuka untuk umum, Senin (5/8/2019) malam, hingga akhir Agustus ini. (Warta Kota/Heribertus Irwan Wahyu Kintoko)

Ia berharap, digelarnya pameran ini bisa memberikan sesuatu untuk karya-karya Pramoedya Ananta Toer.

Halaman
12
Penulis: Irwan Wahyu Kintoko
Editor: Irwan Wahyu Kintoko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved