Kelola Keuangan Bulanan untuk Bisa Capai Kebebasan Finansial
Tantangan bagi generasi muda saat ini adalah mengelola keuangan bulanan untuk bisa mencapai kebebasan finansial (financial freedom).
Jika sudah terkumpul, Ken mengatakan, dana tersebut bakal digunakan untuk berinvestasi baik melalui reksadana, saham, properti ataupun emas.
Pos kedua yang harus dialokasikan adalah tabungan untuk jangka panjang, seperti liburan atau cuti panjang, dana pendidikan anak, pernikahan, hingga belanja kebutuhan teknologi.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Tantangan bagi generasi muda saat ini adalah mengelola keuangan bulanan untuk bisa mencapai kebebasan finansial (financial freedom).
Meski seseorang mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan, belum tentu orang tersebut bisa menabung hingga bisa mencapai kebebasan finansial.
Kennedy Handersen, perencana keuangan sekaligus investor dan pengembang properti mencontohkan cara agar bisa mengelola keuangan secara lebih teratur hingga mencapai financial freedom bagaikan strategi di dalam sebuah tim sepakbola.
• Keterlambatan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Tertinggi di Dunia
"Di dalam sebuah tim sepakbola ada 11 orang yang memiliki perannya masing-masing. Benteng tetakhirnya di kiper. Tujuannya ya biar nggak kebobolan," ujar Ken baru-baru ini.
Menurut Ken, salah satu cara jitu dalam mengelola keuangan adalah dengan membagi rekening ke beberapa pos dengan tujuannya masing-masing.
Setidaknya, Ken menyarankan agar membagi tabungan ke dalam enam pos, yaitu financial freedom account, long time spending for saving, education (pendidikan), necessity (kebutuhan sehari-hari), rekreasi, dan amal.
Ken mengatakan, masing-masing pos tersebut memiliki alokasi yang berbeda sesuai dengan kebutuhan.
• Kopi Geulis Ikut Pameran Kopi dan Cokelat di Afrika Selatan
Dia pun menjelaskan alokasi masing-masing pos sebagai berikut.
1. Financial Freedom Account (10 persen)
Ken menjelaskan, tabungan untuk menuju kebebasan finansial dimaksudkan untuk membeli aset di masa depan.
Tujuannya, agar bisa mendapatkan pendapatan pasif agar penghasilan bisa tetap didapatkan ketika seseorang tiba-tiba harus dihadapkan pada keadaan darurat.
Jika sudah terkumpul, Ken mengatakan, dana tersebut bakal digunakan untuk berinvestasi baik melalui reksadana, saham, properti ataupun emas.
"Tapi saya nggak investasi di emas. Karena saya belum ngerti. Saya tidak investing di tempat yg kita tdk mengerti," ujar dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/uang-pecahan-tunai_9ki8hh.jpg)