Teknologi
Greycortex, Teknologi Keamanan Jaringan untuk Antisipasi Pencurian Data, Ini Kecanggihannya
Greycortex menghadirkan sistem peringatan (alert system) yang dapat dihadirkan pada dashboard maupun firewall.
Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Fred Mahatma TIS
Greycortex mampu mendeteksi semua bentuk kejahatan siber seperti malware stealth yang memiliki kemampuan bersembunyi untuk menghindar dari pendeteksian.
SERANGAN siber di jaringan internal LAN/WAN menjadi sumber masalah utama di semua perusahaan di dunia.
Seperti halnya malware stealth atau malware siluman dengan teknlogi mutakhir, malware ini mampu menyamar dan menyusup hingga merusak data dalam perangkat jaringan perusahaan tanpa disadari.
Banyak dari serangan siber, terutama kasus pencurian data terjadi karena celah keamanan yang rentan dalam lalu lintas jaringan internet.
Maka dari itu, sistem keamanan jaringan yang stabil dan efisien sangat penting untuk melindungi data serta mengurangi resiko menjadi korban pencurian data dan sabotase.
Guna mencegah pencurian data dalam jaringan, banyak perusahaan sudah mengadopsi teknologi keamanan jaringan Greycortex.
Greycortex teknologi Keamanan Jaringan untuk Antisipasi Pencurian Data.
Tak sekadar mengidentifikasi ancaman
Chief Technology Officer (CTO) Greycortex Vladimir Sedlacek menjelaskan, Greycortex sebagai analis lalu lintas jaringan tidak hanya digunakan untuk mengidentifikasi ancaman dikenal dan tidak dikenal di dalam sebuah jaringan.
Selain itu, lanjutnya, Greycortex juga mampu memvisualisasikan setiap perangkat terhubung yang berada dalam jaringan tersebut.
“Greycortex menawarkan kepada pemerintah, perusahaan, dan pengguna infrastruktur canggih untuk mendeteksi ancaman dan total visibilitas sehingga menutup celah keamanan yang ditinggalkan oleh alat keamanan jaringan umum seperti SIEM, firewall, dan solusi endpoint lainnya,” paparnya.
Vladimir Sedlacek, di hadapan sejumlah media, termasuk Wartakotalive.com, usai Prosperita CISO Forum 2019 di Hotel Pullman Jakarta, Rabu (31/7/2019), menjelaskan, kinerja dari Greycortex diibaratkan seperti mata siber yang melihat segalanya.
Deteksi semua ancaman
Menurut dia, Greycortex mampu mendeteksi semua bentuk kejahatan siber seperti malware stealth yang memiliki kemampuan bersembunyi untuk menghindar dari pendeteksian.
Hal ini dimungkinkan karena ada fitur Mendel dengan teknologi analisis lalu lintas jaringan atau Network Traffic Analysis (NTA) yang sudah menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning.
Keistimewaan itu didukung database daftar hitam lebih dari 100.000 alamat IP dan lebih dari 45.000 deteksi signature aktif dalam 40 kategori yang terus diperbarui.
“Database Greycortex ini juga berisi data berbagai virus, malware, RAT, Trojan, dan ransomware, termasuk alamat situs-situs berbahaya. Berkat kolaborasi itu, pengawasan jaringan dapat dilakukan dengan efektif dan pengamanan jaringan berjalan komprehensif,” ungkap Vladimir.
Sistem peringatan
Menurut IT Security Consultant PT Prosperita- ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, semua perilaku berbahaya dan berisiko akan meninggalkan petunjuk pada jaringan.
Alhasil dengan merekam metadata jaringan dari waktu ke waktu dan menerapkan pembelajaran mesin canggih (machine learning), serta analisis lalu lintas jaringan (NTA), maka dapat mendeteksi hingga penyimpangan terkecil dari setiap perilaku.
“Jika ada perilaku di jaringan, pasti ada polanya. Anomalinya akan kelihatan, apalagi jika itu malware. Greycortex melengkapi kesenjangan-kesenjangan yang ada selama ini dari sisi keamanan," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/greycortex-sistem-keamanan-jaringan.jpg)