Pencemaran Lingkungan

857.464 Rumah warga Kota Bekasi Tak Dilengkapi Instalasi Air Limbah Domestik Cemari Sungai

"Limbah domestik rumah tangga berkontribusi terhadap pencemaran Kali Bekasi, mungkin pengaruh limbah mereka lebih besar dibanding limbah industri."

857.464 Rumah warga Kota Bekasi Tak Dilengkapi Instalasi Air Limbah Domestik Cemari Sungai
Warta Kota/Muhammad Azzam
Kali Bekasi tercemar, air kali ini berwarna hitam dan mengeluarkan bau tak sedap. Pencemaran di Kali Bekasi diduga dari limbah domestik warga Kota Bekasi. 

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi mencatat ada 857.464 bangunan warga tidak dilengkapi instalasi pengolah air limbah domestik.

Mereka dianggap ikut bertanggung jawab terhadap pencemaran lingkungan di sungai atau kali di Kota Bekasi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Disperkimtan Kota Bekasi, Andrea Sucipto mengatakan, total bangunan rumah 941.359 unit.

Dari angka sebanyak itu, hanya tujuh persen atau setara 65.895 unit yang telah memiliki instalansi limbah berupa tangki septik.

Sementara sisanya, 857.464 bangunan tidak dilengkapi tangki septik.

Air Limbah domestik bekas mandi, mencuci piring dan pakaian langsung dibuang ke saluran air yang bermuara ke sungai atau Kali Bekasi.

Farhat Abbas Polisikan Hotman Paris, Polda Metro Akan Klarifikasi Kedua Belah Pihak

"Limbah domestik rumah tangga berkontribusi terhadap pencemaran Kali Bekasi, mungkin pengaruh limbah mereka lebih besar dibanding limbah industri," kata Andrea Sucipto, Sabtu (3/8/2019).

"Sebab aktivitas rumah tangga cenderung dilakukan selama 24 jam, sementara limbah produksi dibuang ke sungai bila pabrik melakukan aktivitas," katanya.

Menurut dia, pengelolaan limbah domestik yang benar dengan cara menampungnya terlebih dahulu ke tangki septik, seperti halnya penampungan feses.

Kemudian, petugas akan menyedotnya bila tangki telah penuh, dan limbah tersebut akan diolah di IPAL milik Kota Bekasi.

Sodorkan Foto Putri Yasmin Wildblodd, Putra Mytha Lestari yang Menangis Langsung Terdiam

Lagu Kala Kado Indah Mytha Lestari Kepada Putranya yang Berulang Tahun Pertama

Namun faktanya, air bekasi cucian maupun keperluan dapur justru langsung dibuang ke drainase.

Padahal, kata dia, drainase dibuat hanya untuk mempermudah pergerakan air hujan menuju saluran yang lebih besar seperti sungai ataupun kali.

"Drainase itu dibuat bukan untuk sebagai tempat membuang limbah bekas cucian ataupun keperluan dapur. Selama ini orang salah memandang fungsi drainase," kata Andrea.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri
Editor: Intan Ungaling Dian
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved