Breaking News:

Berita Jakarta

BUNTUT Kisruh Pengelolaan Apartemen Mediterania Listrik Diputus, Penghuni Lapor KPAI

Kisruh pengelolaan Apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran, hingga memicu pemutusan listrik berakhir pada laporan penghuni kepada KPAI.

Penulis: | Editor: Hertanto Soebijoto
Warta Kota/Dwi Rizki
Yanuar, salah satu penghuni Apartemen Mediterania Palace Residences (AMPR) Kemayoran di kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (1/8/2019). 

Kisruh terkait pengelolaan Apartemen Mediterania Palace Residences (AMPR), Kemayoran, Jakarta Pusat hingga memicu pemutusan listrik berakhir pada laporan penghuni kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Dalam laporan tersebut, salah satu penghuni AMPR, Lilis menyampaikan keberatan atas pemutusan listrik yang dilakukan oleh pihak pengelola AMPR.

Lilis menyebut, pemutusan listrik merupakan bentuk kekerasan terhadap anak-anak penghuni AMPR.

Sebab, anak-anak tidak dapat melakukan aktivitas keseharian seperti mandi, belajar hingga salat.

Sementara, aduan pemutusan listrik tidak diacuhkan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Jakarta, Kepolisian hingga Wali Kota Jakarta Pusat.

 Warga Twitter BLOKIR Atta Halilintar Ramai-ramai, Tolak #Atta Jadi Trending Topic Hari Ini

 Viral, Pria Curhat Setelah Istrinya Meninggal Lahirkan Anak Kedua, Fotonya Masih Tersenyum

 Sambil Terisak, Isa Bajaj Menceritakan Detik-detik Meninggalnya Agung Hercules

"Berdasarkan hal tersebut pengadu sudah menyatakan melapor tetapi tidak ada tindak lanjut signifikan karena listrik masih mati," ungkap Wakil Ketua KPAI, Rita Pranawati dalam surat tertulis pada Rabu (31/7/2019).

Terkait hal tersebut, pihak pengelola AMPR melakukan konfirmasi atas keluhan yang disampaikan oleh Lilis.

Mereka bertemu dengan Komisioner Bidang Sosial dan Anak Dalam Situasi Darurat, Susianah Affandy di kantor KPAI, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (1/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Badan Pengelola AMPR, Iriene Yonita Putri menyampaikan kedatangan mereka membawa sejumlah bukti terkait pemutusan listrik pada sejumlah unit apartemen.

"Sejak akhir Juli lalu, kurang dari 20 unit apartemen listriknya kami putus. Ini dikarenakan mereka belum membayar biaya tagihan listriknya sampai sekarang. Sesuai aturan kami, apabila sejak tanggal 20 setiap bulannya belum bayar, kami berikan sanksi berupa pemutusan," ujar di Kantor KPAI pada Kamis (1/8/2019).

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved