Teknologi Artificial Intelligence untuk Penemuan Obat hingga Eksplorasi Migas

Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua Guru Besar Tetap Fakultas Farmasi dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Teknologi Artificial Intelligence untuk Penemuan Obat hingga Eksplorasi Migas
Warta Kota/Gopis Simatupang
Pengukuhan dua Guru Besar UI yaitu Prof. Dr. Arry Yanuar, M.Si, Apt sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Farmasi UI dan Prof. Dr. rer nat. Abdul Haris sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI di Balai Sidang UI, Kampus UI Depok, Rabu (31/7/2019). 

Dengan kemajuan teknologi, penemuan obat yang rasional dapat didukung oleh kemajuan yang pesat dalam berbagai ilmu antara lain ilmu komputer, statistik, biologi molekuler, biofisika, biokimia, farmakokinetik, farmakodinamik dan kimia medisinal.

WARTA KOTA, DEPOK--- Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua Guru Besar yaitu Prof Dr Arry Yanuar, MSi, Apt sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Farmasi UI dan Prof Dr rer nat. Abdul Haris sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI.

Upacara pengukuhan dilaksanakan di Balai Sidang UI kampus Depok, yang dipimpin oleh Rektor UI Prof Dr Ir Muhammad Anis, MMet, Rabu (31/7/2019).

Prof Arry menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Artificial Intelligence (AI) Sebagai Pendekatan Baru dalam Ilmu Kimia Medisinal dan Perannya pada Proses Penemuan Obat."

Dia menjelaskan, pada awalnya penemuan obat banyak diperoleh secara kebetulan (serendipity) seperti penisilin (antibiotik), metformin (anti diabetes), sildenafil (disfungsi ereksi), dan minoksidil (penumbuh rambut).

Pengusaha Rumah Makan Menjadi Korban Order Fiktif GrabFood

Namun kini, dengan kemajuan teknologi, penemuan obat yang rasional dapat didukung oleh kemajuan yang pesat dalam berbagai ilmu antara lain ilmu komputer, statistik, biologi molekuler, biofisika, biokimia, farmakokinetik, farmakodinamik dan kimia medisinal.

Berbagai metode, jelasnya, dapat digunakan di dalam penemuan obat rasional, salah satunya melalui upaya AI.

"Salah satu perkembangan terbaru AI dan sangat luar biasa adalah penemuan obat PXT3003 untuk pengobatan penyakit neuropati Charcot-Marie-Tooth (CMT), salah satu kelainan langka yang belum ditemukan obatnya, hingga obat ini ditemukan oleh perusahaan Biofarmasi Prancis Pharnext yang baru berdiri pada tahun 2007," ujar Prof Arry.

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Berikut Komentar Pelaku Usaha Hingga Pengamat Perkotaan

Menurut Prof Arry, AI memberikan akselerasi yang luar biasa dalam penemuan dan pengembangan obat.

Maka tidak heran banyak perusahaan farmasi mulai bermitra dengan start up dan akademisi AI untuk memulai program pengembangan obat.

Halaman
12
Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved