Kamis, 16 April 2026

Teknologi Artificial Intelligence untuk Penemuan Obat hingga Eksplorasi Migas

Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua Guru Besar Tetap Fakultas Farmasi dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Warta Kota/Gopis Simatupang
Pengukuhan dua Guru Besar UI yaitu Prof. Dr. Arry Yanuar, M.Si, Apt sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Farmasi UI dan Prof. Dr. rer nat. Abdul Haris sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI di Balai Sidang UI, Kampus UI Depok, Rabu (31/7/2019). 

Dengan kemajuan teknologi, penemuan obat yang rasional dapat didukung oleh kemajuan yang pesat dalam berbagai ilmu antara lain ilmu komputer, statistik, biologi molekuler, biofisika, biokimia, farmakokinetik, farmakodinamik dan kimia medisinal.

WARTA KOTA, DEPOK--- Universitas Indonesia (UI) mengukuhkan dua Guru Besar yaitu Prof Dr Arry Yanuar, MSi, Apt sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Farmasi UI dan Prof Dr rer nat. Abdul Haris sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI.

Upacara pengukuhan dilaksanakan di Balai Sidang UI kampus Depok, yang dipimpin oleh Rektor UI Prof Dr Ir Muhammad Anis, MMet, Rabu (31/7/2019).

Prof Arry menyampaikan pidato pengukuhan berjudul "Artificial Intelligence (AI) Sebagai Pendekatan Baru dalam Ilmu Kimia Medisinal dan Perannya pada Proses Penemuan Obat."

Dia menjelaskan, pada awalnya penemuan obat banyak diperoleh secara kebetulan (serendipity) seperti penisilin (antibiotik), metformin (anti diabetes), sildenafil (disfungsi ereksi), dan minoksidil (penumbuh rambut).

Pengusaha Rumah Makan Menjadi Korban Order Fiktif GrabFood

Namun kini, dengan kemajuan teknologi, penemuan obat yang rasional dapat didukung oleh kemajuan yang pesat dalam berbagai ilmu antara lain ilmu komputer, statistik, biologi molekuler, biofisika, biokimia, farmakokinetik, farmakodinamik dan kimia medisinal.

Berbagai metode, jelasnya, dapat digunakan di dalam penemuan obat rasional, salah satunya melalui upaya AI.

"Salah satu perkembangan terbaru AI dan sangat luar biasa adalah penemuan obat PXT3003 untuk pengobatan penyakit neuropati Charcot-Marie-Tooth (CMT), salah satu kelainan langka yang belum ditemukan obatnya, hingga obat ini ditemukan oleh perusahaan Biofarmasi Prancis Pharnext yang baru berdiri pada tahun 2007," ujar Prof Arry.

Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Berikut Komentar Pelaku Usaha Hingga Pengamat Perkotaan

Menurut Prof Arry, AI memberikan akselerasi yang luar biasa dalam penemuan dan pengembangan obat.

Maka tidak heran banyak perusahaan farmasi mulai bermitra dengan start up dan akademisi AI untuk memulai program pengembangan obat.

Bahkan perusahaan raksasa di luar farmasi bertransformasi untuk pengembangan obat seperti Google dan Facebook Inc.

Prof Arry sangat mendukung metode artificial intelligence (Al) dalam penemuan obat karena terbukti memiliki peran yang besar ke depannya dalam pengembangan obat baru baik dari bahan alam, sintetik maupun reposisi dari penggunaan sebelumnya.

Meninggal Seorang Diri, Temannya Kaget Melihat Tabungan di Bank

Eksplorasi migas

Di sisi lain, dalam acara pengukuhannya, Prof Haris menyampaikan pidato tentang "Tantangan Ahli Eksplorasi Seismik dalam Pencarian Sumber Migas: Paradigma Baru dalam Eksplorasi Migas."

Dia menerangkan, migas memiliki peran yang penting dan strategis dalam sejarah perkembangan Indonesia, khususnya sebagai sumber pendapatan negara, memenuhi kebutuhan bahan bakar domestik, sumber bahan baku industri, dan menciptakan efek berantai kegiatan ekonomi.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved