PPDB

Dugaan Praktik Jual Buku Pelajaran di SDN Tangerang Selatan

buku yang dijual yakni termasuk buku lembar kerja siswa (LKS) dan buku tematik yang dibeli setiap satu semester.

Dugaan Praktik Jual Buku Pelajaran di SDN Tangerang Selatan
olx
Ilustrasi -- Terjadi dugaan praktik jual beli buku pelajaran di SDN Tangerang Selatan 

Belum selesai permasalahan mantan guru honorer Rumini yang membongkar dugaan pungutan liar (pungli) di SDN 02 Pondok Pucung di Tangerang Selatan, kini kembali terdapat dugaan penjualan buku di SDN 1 Bambu Apus.

Dari narasumber yang tidak mau disebutkan identitasnya, buku yang dijual yakni termasuk buku lembar kerja siswa (LKS) dan buku tematik yang dibeli setiap satu semester.

Namun, kata narasumber, jual beli buku itu dilakukan di kantin sekolah dengan membelinya pada seseorang penjualnya.

"Buku bayar dan beli di kantin, tapi sekarang bukunya sudah tidak ada di kantin," ujarnya, Jumat (26/7/2019).

Penjualan Buku Jelang Masuk Sekolah Masih Biasa Saja

Untuk membeli buku itu, setiap wali murid diharuskan merogoh kocek sampai Rp 190.000 setiap satu semesternya.

"Belinya Rp 190.000 setiap semester, pokonta ada LKS dan buku tema," tuturnya.

Kepala Sekolah SDN 1 Bambu Apus, Maman membantah adanya tudingan jual beli buku di dalam sekolahnya.

20 Siswa Korban Sistem Zonasi PPDB Depok, Akhirnya Diterima di Sekolah Negeri

Akan tetapi, Maman mengatakan sempat ada buku yang dititipkan oleh distributor ke salah satu warung di kantinnya.

"Ngga ada pak, itu kan cuma biasa isu lah. Itu begini, itu kan dari distributor, pas saya tau saya suruh ambil. Titipan dari distributor di warung itu, Saya suruh kembalikan," ungkapnya.

Maman juga berkilah sekolahnya menggunakan LKS, dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), melainkan hanya menggunakan buku tema yang sudah disediakan.

"Ya engga (pakai LKS), jual beli kan dilarang. Buat pelajaran ada buku tema," bebernya.

Penjualan buku sekolah di Tangerang Selatan dinilai melanggar aturan, pasalnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan, Taryono menegaskan seluruh pembelian buku sudah dianggarkan.

Anggaran itu, kata Taryono, masuk dalam program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Daerah (BOSDa).

"Semua buku mata pelajaran sudah dianggarkan oleh BOS dan BOSDa, gratis," kata Taryono setelah menemui Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Setu, Rabu (3/7/2019).

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved