Berita Video
Begini Runutan Lengkap Kronologi Polisi Tembak Polisi di Polsek Cimanggis
Seorang anggota Polda Metro Jaya, Brigadir RT tembak seniornya Bigadir Kepala (Bripka) RE di ruang kerja korban.
Penulis: Muhamad Rusdi |
TUJUH butir peluru langsung dimuntahkan dari senjata semi otomatis yang dipegang Brigadir RT ke dada, leher, dan perut seniornya, Bripka RE.
Inilah kronologi polisi tembak polisi secara lengkap.
Dalam uraian laporan disebutkan, peristiwa polisi tembak polisi itu bermula saat Bripka RE menangkap pelaku tawuran berinisial FZ.
• Setelah Bocorkan Lagu ke Presiden Jokowi, Rich Brian Resmi Luncurkan Album Baru
• Anies Baswedan Unggah 5 Piala Penghargaan untuk DKI Jakarta Dalam Sepekan
FZ kemudian dibawa Polsek Cimanggis, Kamis malam sekitar pukul 20.30 WIB.
Bripka RE yang merupakan warga Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Tapos, Depok, bermaksud melaporkan FZ ke bagian SPK Polsek Cimanggis yang
diterima langsung oleh Kepala SPK 1 Ipda Adhi Bowo Saputro.
Selain menggiring FZ, Bripka RE yang kala itu berpakaian bebas turut membawa barang bukti celurit yang digunakan FZ untuk tawuran.
Naik Pitam
Tak lama kemudian, masih berdasarkan laporan itu, orang tua FZ berinisial Z (46), datang ke Polsek Cimanggis, Depok.
Tak sendiri, Z turut mengajak Brigadir RT, yang juga berpakaian nondinas, untuk menemani.
Z dan Brigadir RT tertulis sama-sama warga Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Depok.
• Punya Bukti Konkret, Barbie Kumulasari Batal Dipenjara karena Dugaan Ijazah Palsu
• Tembak Bripka Rachmat Effendi 7 Kali Sampai Tewas, Brigadir Rangga Tianto Terancam Hukuman Mati
Setelah sama-sama bertemu di Polsek Cimanggis, Brigadir RT meminta agar FZ jangan ditahan, melainkan dibina saja oleh orang tuanya.
Akan tetapi, permintaan Brigadir RT dibalas Bripka RE dengan nada bicara tinggi.
"Proses sedang berjalan dan saya sebagai pelapornya," jawab Bripka RE dengan suara tinggi kepada Brigadir Rangga, seperti tersebut dalam laporan.
Suara tinggi Bripka RE rupanya membuat Brigadir RT naik pitam.
Dalam kondisi emosi, Brigadir RT langsung menghampiri Bripka RE di ruangan SPK, mengeluarkan senapan, lalu menembakkannya ke arah Bripka RE sebanyak tujuh kali.
Peluru tersebut bersarang di bagian dada, leher, paha, dan perut Bripka RE hingga korban tewas seketika.