Idul Adha

Pemkot Akan Tindak Pedagang Hewan Kurban di Atas Trotoar

Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) akan melakukan penertiban terhadap para pedagang yang menjual hewan kurban di atas trotoar.

Penulis: Feryanto Hadi | Editor: Hertanto Soebijoto
KOMPAS.com/AJI YK PUTRA
Hewan Kurban Sumbangan Jokowi di Palembang Sapi Jenis Ongole Seberat 1,1 Ton Seharga Rp 85 Juta. Sapi jenis Ongole yang disumbangkan Presiden Joko Widodo untuk perayaan Idul Adha di Palembang, Sumatera Selatan. Gambar diambil Rabu (24/7/2019) 

Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) akan melakukan penertiban terhadap para pedagang yang menjual hewan kurban di atas trotoar.

Hal tersebut sesuai dengan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 46 Tahun 2019 tentang Pengendalian Penampungan dan Pemotongan Hewan dalam Rangka Idul Adha 2019/1440 H.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Isnawa Adji mengatakan, salah satu aturan dalam instruksi tersebut yakni melarang adanya penjualan hewan kurban di atas trotoar.

“Saya tugaskan Kasatpol PP untuk menertibkan itu. Jadi saya juga minta kepada bapak ibu lurah agar menugaskan Satpol PP-nya, atau kalau perlu buat imbauan, untuk tidak lagi memanfaatkan trotoar kita untuk berjualan hewan kurban, termasuk taman karena taman jadi rusak juga,” kata Isnawa dalam Rakorwil Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).

Isnawa menjelaskan, keberadaan hewan kurban di atas trotoar akan mengganggu ketertiban umum.

Kotoran hewan akan kemana-mana, dan juga dapat membahayakan pengguna jalan.

 JANDA Muda di Gresik Jawa Timur Terus Bermunculan Tembus 927 Orang, Sebagian Besar Usia 22 Tahun

 SIMAK 9 Fakta Satriandi, Mantan Polisi Jadi Gembong Narkoba, Lompat dari Lantai 8 dan Tewas Ditembak

 Hotman Paris Belikan Apartemen 35 Miliar untuk Putrinya, Tetanggaan Sama Artis Top Korea

 KEJAM, Kisah Budak Seks ISIS Dipaksa Berhubungan Sampai Mati Hingga Makan Bayi Sendiri

“Pejalan kaki akan sangat terganggu. Sebab ketika pejalan kaki akan lewat, maka mesti turun dulu ke jalan, dan itu sangat berbahaya bagi pejalan kaki,” terangnya.

Isnawa menyampaikan, pedagang hewan kurban tetap boleh berjualan selama tidak mengganggu ketertiban umum.

“Sebaiknya mencari lahan kosong, mungkin menyewa lahan yang kosong, lalu masuk ke situ,” tandasnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved