Berita Jakarta

Karya Getah Getih Dibongkar, Seniman Jokoawi Sayangkan Dikaitkan dengan Politik

Joko Avianto angkat bicara soal karnya getah getih yang kembali menjadi kontroversi. Ia menyayangkan karyanya dikaitkan dengan politik.

Karya Getah Getih Dibongkar, Seniman Jokoawi Sayangkan Dikaitkan dengan Politik
Warta Kota/Anggi Lianda Putri
Karya Bambu Getah Getih di Bundaran Hotel Indonesia, Rabu (15/8/2018). 

Seniman Getah Getih Joko Avianto (Jokoawi) angkat bicara soal karyanya yang belakangan kembali viral karena telah dibongkar Pemprov DKI Jakarta.

Baru-baru ini karya instalasi bambu Getah Getih dibongkar

Jokoawi menyayangkan karya seni Getah Getih dikaitkan dengan politik.

Bahkan ada yang mengkaitkan biaya membuat Getah Getih sangat mahal

Lewat akun Instagramnya Jokoawi bagikan foto bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membicarakan projek yang dibuat dalam menyambut Asian Games 2018 itu.

“Tahun lalu di suatu penghujung pertemuan di Pendopo Balaikota, hati saya tergerak membantu mewujudkan ide pemprof DKI via Pak Gubernur @aniesbaswedan dalam menyongsong Asian Games 2018 dan HUT RI ke 73,” ungkap Joko dalam akun Instagramnya Minggu (21/7/2019).

Anies Sebut Kalau Getah Getih Pakai Besi Harus Impor dari Tiongkok, Ini Fakta Besi Tak Perlu Impor

Terlebih kata Jokoawi kesempatan tersebut dianggapnya sangat langka karena karyanya akan bersanding dengan karya-karya seniman ternama seperti Patung Arjuna Wijaya 1987 (Nyoman Nuarta), Monumen Selamat Datang 1961 (Henk Ngantung dan Edhi Sunarso), Patung Jendral Sudirman 2003 (Sunaryo), dan Patung Pemuda Membangun 1971 (Munir Pamuncak), dan ketiga diantaranya adalah Guru-Guru dan Pinisepuh saya.

“Tanpa bermaksud mengabaikan badan berwenang dalam pengawasan pembangunan kota, dukungan kuratorial dan proses asesmen lainnya project ini tetap berjalan, dengan menjamin tidak akan ada kerusakan dan pencemaran di lokasi apalagi merebut titik orientasi kota,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan mengapa karya itu dibuat terkesan sembunyi-sembunyi dari warga DKI Jakarta. Yakni tujuannya memberikan kejutan untuk publik luas.  

Sahabatnya Meninggal, Nikita Mirzani Menyesal Tidak Menjawab WhatsApp Terakhir dari Wartawan Ini

Capai Usia 100 Tahun, Nenek Tiwa Dinobatkan Sebagai Jemaah Haji Tertua dari Indonesia

Bambu cepat rusak

Halaman
123
Penulis: Desy Selviany
Editor: Dian Anditya Mutiara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved