Biar Dapat Bonus Besar dari Program Poin, 8 Driver Ojol Ini Bermain Curang Membuat Orderan Fiktif

kami akan terus melaporkan dan bekerjasama dengan kepolisian sehingga lebih banyak sindikat order fiktif yang diungkap,

Biar Dapat Bonus Besar dari Program Poin, 8 Driver Ojol Ini Bermain Curang Membuat Orderan Fiktif
Warta Kota
Ungkap kasus driver ojol tuyul di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Senin (22/7/2019). 

Niat untuk memperoleh bonus dari program poin yang diadakan Go Jek dengan cara yang tidak halal dan serakah membawa delapan driver ojek online (Ojol) mendekam di balik jeruji besi.

“Mereka berperan seolah ada pesanan ke aplikasi Go Jek, padahal pesanannya tidak ada. Mereka menggunakan fake GPS atau akun GPS palsu sehingga itu yang terdata di sistemnya go seolah-olah menerima orderan,” kata Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Ferdy Irawan di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Senin (22/7/2019) kepada Wartakotalive.com.

Para pelaku yang diamankan yakni Achmad Arif Febi Ruchyadi (28), Irpan (25), Bima Alan Buana Saputra (24), Dian Azhari (31), Felix Prastatama Yudian Bangsa (21), Nadi Asmad (41), Taupik Kurniawan (47), dan Siti Hodijah (35).

Informasi yang dihimpun Warta Kota, para pelaku sudah tiga bulan melancarkan aksinya melakukan order fiktif untuk mendapatkan bonus dari program poin yang diadakan oleh Go Jek selaku perusahaan.

“Tujuan mereka melakukan hal ini untuk mendapatkan poin, poin yang mereka dapatkan jika berhasil mengumpulkan 30 poin mereka mendapatkan cashback Rp 200 ribu, jika Go Car 21 poin mereka mendapat cashback Rp 400 ribu,” papar Ferdy.

Sindikat pengemudi Ojol tuyul ini mampu meraup Rp 3.000.000 dalam satu hari. Uang sebanyak itu kemudian dibagi-bagi ke pelaku yang sudah melakukan perannya.

Komplotan penipu ini diringkus di sebuah warung kopi di Jalan Yapen Raya, Rawa Mekar Jaya, Serpong, Tangerang Selatan pada 15 Juli 2019 lalu berdasarkan informasi dari masyarakat.

Dari keterangan seorang tersangka, Dian Azhari, dia hanya butuh waktu 15- 30 menit untuk melakukan order fiktif. “Sehari bisa 15 sampai 16 kali (order fiktif),” ujar Azhari.

PT Go Jek Indonesia selaku perusahaan yang menyediakan aplikasi pemesan ojek dan taksi online menanggapi serius bagi mitranya yang curang dalam menggunakan aplikasi.

“Penyalahgunaan sistem Go Jek bisa ditindak secara hukum dan Go Jek serius tentang ini, kami akan terus melaporkan dan bekerjasama dengan kepolisian sehingga lebih banyak sindikat order fiktif yang diungkap,” ujar Senior Manager Corporate Affairs, Alvita Chen di Mapolres Tangerang Selatan.

Para Seniman Tetap Berlatih Meski Kondisi Gedung Kesenian di Kota Tangerang Begitu Memprihatinkan

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Dedy
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved