Minggu, 3 Mei 2026

MENDADAK Ribuan Lumba-Lumba Muncul di Perairan, Ini Penyebabnya

Sejumlah ikan mamalia lumba-lumba mendadak muncul di perairan. Simak penyebab lumba-lumba muncul di permukaan laut sejak pagi hingga siang hari.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
dok.GEDE PUTRA
Ribuan lumba-lumba muncul di perairan Bali Utara pada Kamis (18/7/2019). 

"Biasanya tergantung makanan. Kalau ikan kembung banyak, lumba-lumba yang muncul juga banyak," kata Putra.

Viral Ajakan Menyerbu Nyi Roro Kidul di Pantai Parangtritis, Mengapa Harus Pakai Baju Hijau?

Live Streaming 5 Wakil Indonesia di Babak Perempatfinal Indonesia Open, Jonatan Christie Bisa Lolos?

Jalan Tol Jakarta-Ckampek 2, Jasa Marga: Proses Pembebasan Lahan Diharapkan Rampung 2019

Penjelasan Kepala BKSDA Bali

Fenomena ratusan ikan lumba-lumba tertangkap kamera seorang pemandu wisata di Pantai Lovina, Kabupaten Buleleng, pada Kamis (18/7/2019).

Kawanan mamalia ini nampak menari turun naik di perairan dalam jumlah yang sangat besar.

Menurut Kepala BKSDA Bali Budi Kurniawan, jika Pantai Lovina habitat dan jalur imigrasi lumba-lumba.

Kadang dilakukan berkelompok dalam jumlah banyak atau sedikit.

Lumba-lumba ini bergerak dari perairan timur seperti perairan Nusa Tenggara, Sulawesi, dan utara Bali, menuju ke perairan barat seperti Laut Jawa dan Samudera Hindia.

Selain itu, perairan Pantai Lovina jadi pertemuan arus dingin dan hangat yang disukai lumba-lumba.

"Jadi, ini memang selama ini jalur transit yang memang intens. Karena ini merupakan salah satu pertemuan arus antara arus hangat dan dingin dan ini yang disukai lumba-lumba," kata Budi, saat dihubungi, Kamis.

Dia mengungkapkan, ini terjadi sepanjang tahun.

Lumba-lumba ini akan terus kembali dan melewati jalur tersebut jika merasa aman dari gangguan.

"Jadi, kalau perilaku lumba-lumba ini selalu bergerak sepanjang tahun dan dia tak akan diam di satu tempat," kata dia.

Terkait aktivitas pariwista di perairan tersebut, Budi mendorong agar pembahasan dan pengaturan ruang zona perairan wisata dan perairan dilindungi, segera dituntaskan.

Sebab, satwa liar seperti lumba-lumba sangat bergantung dengan ketersediaan habitat tanpa ada gangguan.

Sepengetahuannya, pengaturan ruang tersebut tertuang dalam RZWP3K yang kini masih dalam pembahasan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved