Jumat, 15 Mei 2026

Berita Jakarta

Lestarikan Budaya, Bamus Gelar Lebaran Betawi

Badan Musyawarah Betawi (Bamus) Betawi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Lebaran Betawi 2019.

Tayang:
Istimewa
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi meninjau persiapan Lebaran Betawi di Monas, Gambir, Jakarta Pusat pada Kamis (18 /7/2019) petang. 

Jelang penutupan Lebaran Betawi pada hari ketiga, yakni Minggu (21/7/2019), acara akan dimulai dengan proses Hantaran yang akan dilakukan oleh seluruh Wali Kota dan Bupati Kepulauan Seribu se-Ibu Kota.

Mereka akan membawa beragam makanan dan minuman khas betawi, seperti dodol, kue lapis, kue cente manis, kue cucur, roti buaya hingga bir pletok hingga wedang jahe.

Hantaran tersebut dikemas dalam tampah yang akan diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan sebagai sosok yang dituakan.

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi menyebutkan, pihaknya telah mempersiapkan beragam makanan dan minuman khas betawi hasil olahan dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Wali Kota Jakarta Pusat.

Makanan dan minuman tersebut akan secara berurutan dibawa dan diserahkan kepada Anies di Pendopo Balaikota yang dibangun di Monas.

"Jadi macem seserahan orang kawinan gitu, tapi ini istilahnya Hantaran. Kita bawa makanan dan minuman khas betawi untuk diberikan kepada pak Gubernur sebagai sosok yang dituakan," ungkapnya dihubungi pada Kamis (18/7/2019).

Usai prosesi Hantaran, para pejabat teras Kotamadya dan kabupaten akan bersilaturahmi dengan pejabat teras Provinsi DKI Jakarta. Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut, seluruh masyarakat Ibu Kota dapat hadir untuk ikut serta dalam silaturahmi.

"Kayak Lebaran aja gitu, saudara yang muda bawain makanan dan minuman ke yang tua sebagai penghormatan, selanjutnya itu silaturahmi antar pejabat, masyarakat juga bisa hadir dan silaturahmi," imbuhnya.

Rekayasa Lalu Lintas

Sarendo-rendo yang merupakan Karnaval Budaya Nusantara akan menjadi puncak gelaran Lebaran Betawi ke 12 yang akan berlangsung di Lingkar Monumen Nasional (Monas) pada tanggal 21 Juli 2019. Terkait hal tersebut, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menetapkan rekayasa lalu lintas di sepanjang lintasan.

Rekayasa lalu lintas pertama dimulai dari Jalan Medan Merdeka Selatan, mulai dari depan Kedutaan Besar Amerika Serikat hingga Patung Kuda pada Pukul 06.00 WIB. Sedangkan lajur Jalan Medan Merdeka Selatan pada arah sebaliknya tetap dibuka.

Hanya saja, ketika iring-iringan karnaval yang dimulai dari depan Balaikota itu mulai berjalan menuju Patung Kuda dan berputar di Bundaran Air Mancur untuk masuk menuju kawasan Monas melalui Pintu Barat Daya, seluruh lalu lintas di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup. Terlebih, arus lalu lintas dari arah Jalan Ridwan Rais menuju Jalan Medan Merdeka Selatan.

"Penutupan jalan bersifat situasional, tidak ditutup sepanjang parade. Penutupan hanya dilakukan ketika parade melintas hingga masuk ke dalam area Monas, selanjutnya akan kembali dibuka," jelas Syafrin Liputo, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta dihubungi pada Kamis (18/7/2019).

Penutupan jalan tersebut diperkirakannya hanya berlangsung beberapa menit, sebab parade bernama Sarendo-rendo itu akan berpusat di Silang Monas. Namun, dirinya mengimbau kepada peserta maupun pengunjung parade untuk memarkirkan kendaraan di Lapangan IRTI Monas untuk menjaga ketertiban lalu lintas.

"Semua parkir di IRTI Monas, sehingga tidak akan mengganggu masyarakat yang sedang HBKB di sepanjang Jalan Thamrin," tutupnya. (dwi)

Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved