Lingkungan Hidup
Eksploitas Berlebihan, Populasi Teripang di Indonesia Menurun Drastis
Pemerintah diminta membuat regulasi yang mengatur eksploitasi teripang di perairan Indonesia agar terhindar dari kepunahan.
Penulis: Junianto Hamonangan |
Eksploitasi berlebihan terhadap teripang membuat populasinya menurun drastis.
Pemerintah dinilai perlu melakukan langkah antisipasi untuk biota laut dengan nilai ekonomi tinggi tersebut.
Kepala Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Dirhamsyah mengatakan hasil riset peneliti menunjukkan beberapa jenis teripang di perairan Indonesia sudah semakin menurun.
Kondisi itu terjadi akibat adanya eksploitasi besar-besaran.
• Saat Ajakan Mendiang Rudy Badil Mendaki Gunung Semeru Belum Dijawab Indro Warkop
• Siswa Meninggal Saat MPLS, KPAI Akan Datangi Sekolah dan Keluarga Korban
“Kondisi status (teripang) gimana? Sudah pasti menurun. Regulasi (pemanfaatan) belum ada, kita ingin mendorong pemerintah membuat regulasi,” ujar Dirhamsyah, Selasa (16/7).
Menurut Dirhamsyah, eksploitasi secara besar-besaran terhadap teripang sudah terjadi sejak 20 tahun terakhir.
Hal itu berakibat jumlahnya menurun drastis terutama di perairan barat Indonesia.
Pemerintah pun diminta untuk mengambil langkah cepat mencegah terjadinya eksploitasi teripang demi menjaga kelestarian biota laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi agar bisa tetap terjaga.
“Oleh karena itu tingkat bagaimana pengelolaan manajemen ini harus jelas. Nanti kita mungkin akan suggest mana (teripang) yang dilarang mana yang tidak,” katanya.
• Jokowi Diperkirakan Pertahankan Menteri dari Partai yang Profesional dan Kompeten
• Ini Kasus Wali Kota Tangerang yang Dilaporkan Ke Polisi oleh Kemenkumham
Teripang Susu Terancam Punah
Peneliti LIPI Ana Setyawati mengatakan, 90 persen dari 60 jenis teripang di dunia berada di Indonesia.
Hanya saja teripang dengan spesies susu hitam dan susu putih terancam punah.
Kondisi itu juga ditambah dengan status Indonesia yang memasok 30 persen kebutuhan teripang dunia dengan tujuan utama ke Hongkong, Cina dan Singapura.
“Sebelum tahun 2000, 30 persen kebutuhan dunia dari Indonesia. Dan setelah tahun 2000 data statistik terus menurun,” katanya.
Teripang menjadi biota laut dengan nilai ekonomi tinggi dimana harga teripang tinggi bisa mencapai Rp 5 juta hingga Rp 20 juta per kilogram.
Manfaatnya juga banyak mulai dari meningkatkan stamina hingga mencegah penuaan.
“Manfaat teripang katanya seperti ginseng laut buat stamina tubuh dan vitalitas. Kemudian yang terkini bisa buat anti kanker dan ada serat kolagen untuk awet muda,” ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/penelitian-teripang.jpg)