Breaking News
Minggu, 17 Mei 2026

Parenting

Anak-anak Punya Rasa Ingin Tahu Lebih Tinggi Bakal Sukses Masa Depannya, Begini Cara Mendidiknya

Orang tua menjawab dengan pertanyaan tambahan, mendorong anak-anak untuk menemukan jawabannya sendiri.

Tayang:
The Independent
Ilustrasi anak-anak aktif di ruang kelas 

Penelitian terbaru menunjukkan, anak-anak yang punya rasa penasaran mencapai kesuksesan lebih besar terlepas dari status sosial ekonomi mereka.

Banyak orang tua mengaku, salah satu pertanyaan paling sering keluar dari mulut anak-anak adalah "Mengapa?"

Ada tahapan yang hampir setiap anak lalui, respons mereka terhadap hampir semua hal, bahkan jawaban Anda saat terakhir kali mengajukan pertanyaan.

Hal itu bisa melelahkan orang tua. Terutama ketika Anda tidak benar-benar tahu jawaban untuk apa pun yang sedang anak pertanyakan. Mengapa langit Berwarna biru? Apakah ada yang tahu?

Tetapi,  orang tua harus mengetahui bahwa  semua "mengapa" itu bisa memberi hasil besar bagi buah hati.

Pediatric Research baru-baru ini menerbitkan penelitian yang menghubungkan rasa ingin tahu dengan prestasi akademik anak.

Penelitian itu melibatkan penilaian langsung yang diberikan kepada 6.200 siswa taman kanak-kanak, serta kuesioner perilaku yang dilaporkan orang tua.

Hasilnya menunjukkan korelasi antara rasa ingin tahu dan prestasi akademik lebih besar dalam membaca dan matematika.

Cara Mengatasi Ransel Sekolah Anak yang Terlalu Berat Agar Tidak Cedera Otot dan Tulang Bahu

Temuan penelitian dapat membantu meringankan pikiran banyak orang tua modern.

Jajak pendapat tahun 2016 menemukan, lebih dari 50 persen orang tua dengan anak-anak di bawah usia 18 tahun menempatkan kinerja akademik anak-anak sebagai salah satu dari tiga masalah pola pengasuhan anak.

Tetapi jika rasa ingin tahu adalah kunci keberhasilan akademik, dapatkah rasa ingin tahu dikembangkan, atau apakah itu merupakan sifat bawaan?

Membentuk pikiran penasaran

Peneliti utama Dr Prachi Shah memberi penjelasannya kepada Healthline.

"Ini rumit karena setahu saya, belum ada penelitian longitudinal tentang keingintahuan seorang anak,” ucapnya.

"Jadi, kita tidak tahu bagaimana rasa ingin tahu berubah atau tumbuh dengan bertambahnya usia atau pengalaman."

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved