Kilas Balik

Kisah Loreng Darah Mengalir Jadi Seragam Khas Kopassus yang Melegenda, Sempat Dipakai Marinir AS

Awal mula penggunaan seragam loreng darah mengalir di kopassus memang memiliki cerita yang cukup panjang.

Kisah Loreng Darah Mengalir Jadi Seragam Khas Kopassus yang Melegenda, Sempat Dipakai Marinir AS
Kolase Kompas.com/fidel ali dan Kristian Erdianto
Seragam loreng darah mengalir Kopassus 

PALMERAH, WARTAKOTALIVE.COM -- Awal mula penggunaan seragam loreng darah mengalir di Kopassus memang memiliki cerita yang cukup panjang.

Tak hanya itu, seragam loreng darah mengalir yang jadi ciri khas Kopassus inipun memiliki makna yang cukup mendalam.

Dilansir dari buku berjudul 'Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando' karya Hendro Subroto, perubahan seragam loreng 'darah mengalir' menjadi pakaian dinas lapangan (PDL) Kopassus terjadi saat Kolonel Moeng Pahardimulyo menjadi Danjen Kopassus, pada 1958-1964.

Ramalan Zodiak Senin 15 Juli 2019 Scorpio Berpikiran Buruk, Pisces Ketakutan, Gemini Dapat Hari Baik

FAKTA Kopassus Masih Bisa Unggul saat Latihan di Medan Ekstrim Bersalju Bareng Pasukan Khusus Korea

Viral, Hakim Imut-imut yang Buat Netizen Rela Dihukum, Ini Fakta Sebenarnya

Di Pertemuan dengan Jokowi, Prabowo Tertangkap Kamera Hormat pada Politisi Senior PDIP

Wali Kota Tangerang Panen Kecaman, Terbongkar Penampakan Lahan yang Diributkannya Milik Kemenkumham

Dalam sejarah Kopassus, seragam loreng darah mengalir pernah melegenda saat Kopassus yang waktu itu masih bernama Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) melakukan operasi pembersihan pemberontakan DI/TII.

Awalnya, pasukan Komando menggunakan seragam loreng dengan corak khusus yang dikenal dengan sebutan seragam loreng ‘Macan Tutul.’

Kopassus Sedang Melakukan Defile di HUT TNI 2012
Kopassus Sedang Melakukan Defile di HUT TNI 2012 (fidel ali/kompas.com)

Aslinya, pakaian loreng tersebut adalah buatan Amerika yang diproduksi pada masa PD-II dalam jumlah sangat besar untuk digunakan pasukan marinirnya (U.S. Marines).

Seiring dengan berakhirnya PD-II, pakaian seragam ini diberikan sebagai bantuan kepada tentara Kerajaan Belanda, yang pada akhirnya diberikan kepada angkatan perang Indonesia kaitannya dengan kemerdekaan RI.

Pakaian inilah yang kemudian dibagikan sebagai seragam khusus prajurit-prajurit satuan Komando.

Pakaian loreng Macan Tutul ini cukup terkenal sebagai ciri khas prajurit prajurit Baret Merah kala itu, utamanya di kalangan masyarakat Jawa Barat,

Hal ini lantaran Kopassus sering melakukan berbagai operasi dalam rangka menumpas gerombolan DI/TII.

Halaman
1234
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved