3 Tips Cara Memilih Mainan Aman Bagi Anak Anda
Ketika anak sedang menyenangi mainan tertentu, tak jarang menghabiskan waktu begitu lama bersama mainan kesayangannya itu.
Apakah cat mainan mudah mengelupas, dan ada partikel kecil yang membahayakan anak?
Abi mencontohkan mainan gitar, secara bentuk memang sederhana.
Namun, jika ada bagian yang terlepas bagian tersebut bisa saja dimasukkan ke mulut oleh anak. Apalagi jika usia anak masih sangat kecil.
"Lalu perhatikan bahannya sekuat apa karena anak kecil kecenderungannya membanting," tutur dia.
Selain itu, ketika memilih mainan berbahan plastik, usahakan memilih plastik ABS (akrilonitril butadiena stirena), karena merupakan kualitas plastik terbaik.
• Permintaan Produk Mainan Playgrounds di Indonesia Meningkat
Plastik ABS bisa menyerap cat lebih sempurna, sehingga cat tidak mudah luntur dan berbau.
Hanya saja, dari segi biaya plastik ABS memang cenderung lebih mahal karena lebih aman.
Orangtua juga bisa memilih mainan yang terbuat dari kayu.
Mainan kayu lebih aman dari plastik, salah satunya karena cenderung tidak memiliki bagian yang kecil, sehingga mengurangi risiko anak memakan bagian tersebut.
"Karena cenderung susah dibuat part kecil. Makanya mainan kayu kalau enggak balok-balok, ukurannya besar-besar. Dan juga tidak mudah patah," kata Abi.
• Facebook Akan Rilis Uang Digital Libra, Donald Trump Geram
2. Usia
Pilihlah mainan yang sesuai dengan usia anak.
Biasanya, setiap mainan akan selalu dilengkapi informasi tertulis terkait usia yang diperbolehkan.
Jika tidak ada atau kurang jelas, orangtua juga bisa menanyakannya pada penjaga toko.
Membiarkan anak bermain dengan mainan yang tidak sesuai usia, selain bisa membahayakan juga tidak sesuai dengan tumbuh kembang anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170217murah-pasar-gembrong-surganya-mainan-anak-anak_20170217_191022.jpg)