Persija Day
Persija Vs Persib di GBK, Ini Sejarah Perseteruan The Jakmania dan Bobotoh
Persija Vs Persib di GBK, Ini Sejarah Perseteruan Jakmania dan Bobotoh. Simak selengkapnya.
PERSIJA Jakarta Vs Persib Bandung kembali digelar di Gelora Bung Karno, Rabu (10/7/2019).
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, sudah mewanti-wanti agar bobotoh tidak datang ke Gelora Bung Karno.
Ya, perseteruan antara suporter Persija dan Persib Bandung memang beberapa berujung keributan, dan timbul korban jiwa.
• Terungkap Hasil Riset Manfaat Kulit Telur untuk Kesehatan di Antaranya Menumbuhkan Tulang dan Gigi
• Jelang Kick Off Persija Jakarta Vs Persib Bandung, the Jakmania Mulai Padati Stasiun Palmerah
• The Jak Angel Ini Rela Bolos Kerja demi Nonton Persija Jakarta Kontra Persib Bandung
Terakhir, anggota Jakmania, Haringga Sirila, tewas usai dikeroyok oknum bobotoh (suporter fanatik Persib) saat Persib Vs Persija, tahun 2018 lalu.
Lalu bagaimanakah perjalanan perseteruan suporter Persija dan Persib?
Apa penyebab perseteruan terjadi?
Berdasarkan penelusuran Warta Kota dari berbagai sumber, permusuhan antara Jakmania dan suporter Persib (Bobotoh dan Viking), sebenarnya bermula sejak tahun 2000 atau liga indonesia ke 6.
Ada pula cerita cukup lengkap di situs simamaung.com yang ditulis Eko Maung.
Eko Maung menceritakan secara lengkap bagaimana posisi perseteruan para suporter dimana Jakmania tadinya sama sekali tak dipandang.
Lalu kemudian datanglah Gugun Gondrong dan Sutiyoso yang kemudian membangun fanatisme Jakmania dalam tataran sisi positif.
Inilah tulisan lengkap Eko Maung di simamaung.com berjudul 'Arena Bobotoh: Meluruskan Kekeliruan Sejarah (Viking vs Jakmania)'
Di era teknologi informasi dan semua orang begitu mudah mendapatkan informasi utamanya melalui media-media sosial dan media online, karena diterima secara masiv dan cepat, maka seringkali hal-hal yang sesungguhnya keliru menjadi dianggap benar dan semakin disebarluaskan. Maka sebelum membahas perseteruan antara kedua kelompok suporter, ada baiknya kita meluruskan persepsi yang belakangan semakin keliru dan mengganggu.
• Kini Giliran Rey Utami dan Pablo Benua Diperiksa Jadi Saksi Bau Ikan Asin di Polda Metro Jaya
• Ternyata Segini Harga Risalah Sidang BPUPKI yang Jadi Seserahan Tsamara Amany
• LIVE STREAMING Persija Vs Persib: Ini Susunan Pemain Kedua Tim
Pertama adalah kekeliruan mengenai sejarah klub itu sendiri, banyak media baru yang menganggap dan meyakinkan banyak orang bahwa PERSIB vs Persija adalah laga klasik, bergengsi yang sejak dulu tak hanya seru didalam lapang namun juga luar lapang dan melibatkan banyak hal termasuk perseteruan suporter semenjak jaman perserikatan. Kenyataannya adalah: duel klasik yang melibatkan massa besar dan suporter fanatik serta layak disebut musuh bebuyutan bagi PERSIB diera perserikatan adalah laga-laga menghadapi duo ayam, yaitu Ayam Kinantan (PSMS Medan) dan Ayam Jantan Dari Timur (PSM Makasar)+bolehlah kita masukkan juga Persebaya Surabaya sebagai seteru.
Ya!, Bandung, Medan, Surabaya, dan Makasar adalah 4 kota yang dapat kita katakan memiliki tradisi sepakbola yang mengakar, maka tak heran suporter sepakbola ini mencakup 3 generasi (Kakek, Ayah , Anak), ini berbeda dengan kota-kota lain yang memiliki suporter yang identik dengan kelompok suporter (biasanya memiliki embel-embel mania dibelakangnya), bisa dipastikan eksistensi suporter jenis ini adalah trend yang menjamur diera pasca kompetisi perserikatan, termasuk Jakmania. Sehingga adalah kekeliruan besar bagi mereka yang mengatakan laga Persija vs PERSIB adalah laga klasik yang melibatkan suporter kedua tim selama puluhan tahun, dan lebih gilanya lagi ada juga media yang menyesatkan umat dengan mengatakan bahwa kandang Persija diera perserikatan adalah stadion Senayan, padahal kandang Persija diera perserikatan adalah stadion menteng yang sekarang telah digusur.
Jika dikatakan bahwa Persija Jakarta pernah menjadi tim bagus diera perserikatan, ya itu betul karena mereka memang memiliki masa-masa itu tapi tetap harus diingat bahwa prestasi bagus Persija dimasa lalu tidak berbanding lurus dengan jumlah massa pendukung mereka, sebelum lahirnya Jakmania penonton laga Persija hanyalah simpatisan-simpatisan dan keluarga pengurus yang jumlahnya tentu tidak seberapa.
• Sindiran Menohok Warganet, Sebut Toko Perhiasan Barbie Kumalasari Mirip Pasar Sayur, Simak Videonya!
• Kasus Bau Ikan Asin, Penyidik Siapkan Puluhan Pertanyaan ke Barbie Komalasari dan Rey Utami-Pablo