Ponsel Ilegal Bisa Merugikan Negara Hingga Rp 2,8 Triliun

Beredarnya ponsel black market atau BM, menurut Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) sudah masuk kategori yang meresahkan.

Ponsel Ilegal Bisa Merugikan Negara Hingga Rp 2,8 Triliun
istimewa
Pemerintah saat ini mulai menunjukkan keseriusannya untuk memberantas penggunaan ponsel ilegal, atau black market (BM) di Indonesia. 

Bila rata-rata harga ponsel itu sekitar Rp 2,5 juta, maka nilai total mencapai Rp 22,5 triliun.

Bukan hanya pemerintah, fenomena maraknya ponsel ilegal ini juga merugikan banyak pihak termasuk pengembang teknologi, operator seluler, dan konsumen.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Beredarnya ponsel black market atau BM, menurut Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) sudah masuk kategori yang meresahkan.

Menurut data APSI, sebanyak 20 persen dari total penjualan ponsel yang beredar di Indonesia merupakan barang BM atau ilegal.  

Ketua APSI, Hasan Aula, mengatakan, sekitar 45 juta-50 juta ponsel terjual setiap tahunnya di Indonesia.

Melihat Kandungan di Dalam Kopi Susu dan Bubble Milk Tea

Jika 20 persen di antaranya adalah ponsel BM, maka jumlahnya sekitar 9 juta unit per tahun.

Bila rata-rata harga ponsel itu sekitar Rp 2,5 juta, maka nilai total mencapai Rp 22,5 triliun.

Akibat dari maraknya ponsel ilegal tersebut, negara menjadi kehilangan potensi pemasukan dari pajak.

Perusahaan Mulai Membidik Bisnis Jual Mobil Bekas Lewat Online

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tidak bisa memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10 persen + PPH 2,5 persen dari ponsel ilegal tersebut karena masuk lewat jalur non-resmi.

“Total potensi pajak yang hilang sekitar Rp 2,8 triliun per tahun,” kata Hasan Aula, Selasa (9/7/2019).  

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved