BEM UI Tolak Sistem Parkir Berbayar di Kampus UI, Parkir di Jalan Raya Kok di Suruh Bayar

Pertama, ketika dibilang parking, (itu) menyesatkan. Karena akses yang ditutup bukan tempat parking, (tetapi) itu jalan

BEM UI Tolak Sistem Parkir Berbayar di Kampus UI, Parkir di Jalan Raya Kok di Suruh Bayar
Warta Kota/Gopis Simatupang
Mahasiswa UI Unjuk Rasa tolak sistem perparkiran di lingkungan Kampus UI, Depok 

Puluhan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) berunjuk rasa menolak kebijakan rektorat yang akan memberlakukan sistem parkir berbayar di lingkungan UI.

Aksi mahasiswa itu diselenggarakan di depan Gedung Rektorat UI, Beji, Kota Depok, Senin (8/7/2019).

Dalam aksi tersebut, Ketua BEM UI Manik Margana Mahendra, mengatakan, rencana penerapan sistem parkir berbayar di lingkungan UI merupakan kebijakan yang tidak logis.

Di Depok, Parkir Kendaraan Laki-laki dan Perempuan Dipisah. Ini Alasannya

Penggemar Lee Min Ho Sumbang ke HICS untuk Rayakan Ulang Tahun Idolanya

Madame Jung Akui Eks CEO YG Entertainment Yang Hyun Suk Pesan Wanita untuk Layanan Prostitusi

"Pertama, ketika dibilang parking, (itu) menyesatkan. Karena akses yang ditutup bukan tempat parking, (tetapi) itu jalan, dan berdasarkan Undang-undang tentang Jalan, jalan yang dimaksud yaitu jalan tol, umum, dan khusus.

Yang ada di UI ini jalan khusus, satu-satunya dari ketiga jenis jalan itu yang dapat dilakukannya pengusahaan (dalam artian bisnis) adalah jalan tol. Makanya kita boleh ada penarikan uang di jalan tol," seru Manik.

Kampus Universitas Indonesia (UI) Kota Depok
Kampus Universitas Indonesia (UI) Kota Depok (Istimewa)

Mahasiswa menuntut agar pihak rektorat mendengar tuntutan mereka, yakni untuk meninjau kembali atau membatalkan kebijakan 'masuk UI bayar.'

BEM UI, kata Manik, juga bertekad melakukan berbagai upaya agar aspirasinya didengar, termasuk berkordinasi dengan berbagai pihak, salah satunya Panitia Penjaringan dan Penyaringan Calon Rektor (P3CR).

Ari Lasso: Prambanan Jazz Festival Akan Menjadi Festival Musik Besar dan Luar Biasa di Indonesia

"Karena momentum ini untuk calon rektor yang baru. Kita harapannya kebijakan ini ada di dua kepemimpinan berbeda. Rektor sekarang dan yang baru ini," bilangnya.

Manik dan mahasiswa berharap agar rektor yang baru nanti bisa mendukung aspirasi mahasiswa dan masyarakat sekitar.

TERUNGKAP: Penyebab Perceraian Gianluigi Buffon

Mahasiswa juga akan melakukan audiensi dengan Wakil Rektor II yang berhubungan dengan kebijakan tersebut dan menuntut rektorat membatalkan rencana penerapan kebijakan yang kontroversial itu.

"Tadi bertemu P3CR. Harapan kami, masukkan indikator khusus calon rektor tentang azas-azas pemerintahan yang baik ke indikator pemilihan rektor.

Bagaimana rektor pro dengan kegiatan mahasiswa," bilangnya.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Wito Karyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved