Pilkada

Lurah Cipayung Percaya Diri Ikut Pilkada Tangsel 2020

Sejumlah nama terus muncul untuk mengikuti Pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan dalam Pilkada 2020, termasuk nama Tomy Patria Edwardy, Lurah Cipayung

Lurah Cipayung Percaya Diri Ikut Pilkada Tangsel 2020
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Tomy Patria Edwardy, Lurah Cipayung, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan 

Sejumlah nama terus muncul untuk mengikuti Pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang, termasuk nama Tomy Patria Edwardy, Lurah Cipayung, Kecamatan Ciputat.

Mantan Lurah Serua itu mengaku sudah siap dan percaya diri untuk menjadi orang nomor satu di Tangerang Selatan.

Bahkan, Tomy mengatakan tidak akan takut bersaing dengan siapa pun, di antaranya adalah nama Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie yang juga siap ikut pemilihan wali kota.

"Siapa pun yang maju saya siap melawan siapa pun. Kalau waktunya jadi wakil itu jadi wakil, kalau wali kota ya wali kota, prioritas saya wali kota. Harus bersaing," ungkap Tomy di daerah Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (6/7/2019).

Menurut Tomy, posisinya saat ini sebagai lurah belum cukup untuk membangun Kota Tangerang Selatan, sehingga perlu untuk menduduki posisi wali kota.

"Dalam scoop paling kecil, lurah hanya untuk wilayah kecil saja, bagaimana dalam lurah sudah sepakat untuk membangun bekerja bermasyarakat.

Bagaimana kalau kita gedein lagi se-Tangsel, dan bagaimana hidup kita bermanfaat untuk orang Tangsel.

Bagaimana bukan hanya untuk masyarakat lokal kelurahan saja tapi untuk Tangerang Selatan," katanya.

Meski masih menjadi bagian dari aparatur di lingkup Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Tomy mengkritisi jumlah sekolah negeri yang masih sangat kurang sehingga masyarakat kesulitan untuk menjangkau sekolah negeri.

"Pendidikan bukan kurang, harus lebih banyak, untuk membuat Tangsel cerdas itu harus ada sekolah-sekolah berbasis dekat dengan masyarakat. 

Jadi jangan jauh dijangkau ke masyarakat, mereka harus mendapatkan itu," ungkapnya.

Terkait statusnya sebagai lurah, Tomy masih menunggu aturan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau partai politik yang meminangnya agar mengundurkan diri.

"Tangsel itu dalam pilkada ada mekanismenya, kapan harus mundur kapan harus memutuskan, kalau memang saat mendaftar harus menyatakan mundur itu kita lakukan.

Bukan hanya pendaftaran, pada saat dapat kendaraan harus juga dipersiapkan, kalau partai politik minta anda mundur, saya siap mundur.

Kalau waktu dekat saya mundur diri, saya enggak punya kerjaan entar," katanya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Mirmo Saptono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved