Perguruan Tinggi
Ukrida Buka Program Studi Pertama di Indonesia: Optometri
Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) membuka program studi Optometri untuk Sarjana Terapan yang terakreditasi BAN-PT.
Penulis: Joko Supriyanto |
Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida) membuka program studi Optometri untuk Sarjana Terapan yang terakreditasi BAN-PT.
Program studi ini menjadi program studi pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Optometri merupakan profesi perawatan kesehatan mata dan fungsi pengelihatan yang melibatkan pemeriksaan mata dan system visual yang berlaku untuk cacat atau kelainan serta diagnosis medis dan manajemen penyakit mata lainnya, yang otonom, terduduk dan berlisensi atau terdaftar.
Program studi tersebut secara langsung diresmikan oleh Rektor Ukrida, Dr Erning Wihadjo, Aristarchus Sukarto yang mencetus ide Optometri, Kepala LLDikti wil.III, Illah Sailah serta badan pengurus Ukrida di Auditorium kampus II Ukrida.
Rektor Ukrida, Erning Wihadjo mengatakan sampai saat ini untuk Sarjana Strata 1 program studi Optometri di Indonesia belum tersedia.
• Sahabat Bongkar Kelakuan Bambang Widjojanto dan Luhut Pangaribuan di Luar Sidang
• TERUNGKAP Reino Barack Sibuk Ciumi Syahrini saat Foto Bareng Sahabat, Cara Sholat di Pesawat Viral
• SEDANG VIRAL Kakek Hampir 100 Tahun Nikahi Nenek di Yogya, Sempat Akan Diarak Warga Keliling Kampung
Jika kita bandingkan dengan negara-negara terdekat lainnya, perkembangan Optometri sudah jauh lebih maju.
"Oleh karena itu Ukrida melihat bahwa kebutuhan Optometri adalah sebuah keharusan. Indonesia harus meningkatkan kemampuan tenaga Optometric yang saat ini baru tersedia sampai dengan level D3," kata Erning Wihadjo, Senin (1/7/2019).
Menurut Erning, program studi ini menjadi salah satu jawaban untuk pemerintah dimana setiap program studi harus mampu menyiapkan sumber daya manusia sesuai perkembangan zaman. Untuk itu perlu adanya peningkatan tenaga Optometric ini.
"Idealnya satu optometric itu untuk 10 ribu penduduk. Tapi melihat penduduk saat ini 250 juta maka dibutuhkan 25 ribu optometric. Oleh karena itu kita harus meningkatkan kemampuan tenaga optometric saat ini," katanya.
Peluang karir optometric cukup di butuhkan dibeberapa instansi seperti rumah sakit, puskesmas, instasi pendidikan, dinas kesehatan, hingga klinik mata. Untuk itu, guna menunjang proses studi bekerjasama dengan beberapa universitas di Malaysia.
• KASUS Fairuz Bau Ikan Asin Pagi Ini Ginanjar Dilaporkan ke Polisi, Fairuz Tulis Hukuman Pelaku Zolim
• Misteri Hilangnya Pendaki di Gunung Piramid: Sepekan Pencarian Tak Ditemukan, Muncul Berita Hoaks
• Maia Estianty Jelaskan Kisah Lampau Untuk Bantah Ucapan Ahmad Dhani Soal Irwan Mussry
Selain itu fasilitas pendidikan yang menunjang seperti laboratorium keterampilan, laboratorium pelatihan, laboratorium dispensing, laboratorium kedokteran dasar, RS Pendidikan Ukrida hingga klinik optometri pun telah tersedia.
"Dalam jangka panjang kita akan mengirimkan dosen untuk pendidikan optometri pendidikan sarjana maupun pasca sarjana di Malaysia," ujarnya.
Sementara itu Kepala LLDikti wil.III, Illah Sailah mengatakan di Indonesia terutama otometri semgatt tertinggal, ukrida baru satu satu yang melaksanakan prodi studi otometri, padahal dibeberapa universitas di luar negeri sudah menerapkan program studi otometri hingga S3.
"Prodi ini yang pertama di indonesia akan di fasilitasi fasilitas pendukung yang baik serta dosen yang bertaraf nasional, semoga ini dapat mencetak SDM yang lebih baik lagi, serta membantu mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Illah.
Program studi Optometri ini tergabung dalam Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.
• Billy Jual Warisan Olga Syahputra Disumbangkan ke Masjid, Dibeli Raffi Ahmad & Ruben Onsu Rp7 Juta
• Pria Beristri Hamili Adik Kandung Sendiri Hingga Akhirnya Menikah, Sang Istri Laporkan ke Polisi
Adapun rincian biaya yakni:
- hingga Rp 40 juta untuk kelas reguler
- untuk kelas alih jenjang Rp 35 juta
- sedangkan untuk biasa per semester Rp 15 juta. (JOS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ukrida.jpg)