Milenial Harus Bijak Kelola Keuangan

Tiga kesalahan milenial dalam mengelola keuangan yaitu tidak ada perencanaan keuangan, tidak ada kontrol uang, dan tidak ada persiapan dana darurat.

Milenial Harus Bijak Kelola Keuangan
Warta Kota
Josephine Novita, Division Head Marketing and Sales Bussan Auto Finance (BAF), sedang menjelaskan tentang BAF Dana Syariah sebagai alternatif pembiayaan modal usaha dalam talkshow BAF Fintalks di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Rabu (19/6). 

Para pekerja muda milenial harus lebih bijak dalam mengelola keuangan. Hal ini penting agar mereka bisa mencapai tujuan keuangan yang diimpikannya seperti membeli rumah, menyiapkan dana pernikahan hingga dana pensiunan.

Perencana Keuangan Prita H. Ghozie  mengatakan kaum milenial umumnya identik dengan gaya hidup konsumeristis. Mereka sering terjebak dalam kesalahan pengelolaan keuangan.

"Ada tiga kesalahan yang dilakukan milenial dalam mengelola keuangan yaitu tidak ada perencanaan keuangan untuk masa depan, tidak ada kontrol atas uang yang dimilikinya dan tidak ada persiapan dana darurat," kata Prita dalam acara BAF Fintalks (Financial Talks) dengan tema ‘Usaha Praktis Untung Fantastis’  di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (19/6).

Menurut Prita, milenial cenderung menghabiskan uang untuk pengalaman seperti belanja dan jalan-jalan. Apalagi didukung adanya gadget yang terus menawarkan promo dan diskon.

"Jika kesalahan-kesalahan dalam pengelolaan keuangan ini tidak diperbaiki, maka pekerja milenial bisa bangkrut pada usia 50-an tahun saat pensiun. Survei menunjukkan hampir 85 persen masyarakat urban tidak siap untuk pensiun," papar Prita.

Untuk menghindari hal ini, Prita menyarankan milenial untuk belajar mengelola keuangan dengan lebih baik. Pengelolaan keuangan ini dimulai dari memahami prioritas keuangan, bijak mengelola pendapatan untuk mewujudkan tujuan keuangan.

"Milenial harus bisa mengelola gaji/pendapatan dengan baik. Idealnya tiap bulan kita harus mengalokasikan 5 persen untuk amal, 10 persen dana darurat, dan 30 persen biaya hidup. Selain itu, usahakan menyisihkan 30 persen untuk bayar utang, 15 investasi dan 10 persen untuk gaya hidup," jelas Prita.

Selain mengelola pendapatan bulanan, hal yang tak kalah penting dalam pengelolaan adalah investasi. Ini penting untuk persiapan pensiunan.

"Banyak instrumen yang bisa pakai untuk investasi mulai dari reksa dana, saham, properti hingga membuka usaha," imbuhnya.

Dana syariah

Halaman
12
Penulis: Hironimus Rama
Editor: Ichwan Chasani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved