Sabtu, 25 April 2026

Bagaimana Cara Mendapatkan Suntikan Dana untuk Mengembangkan Start Up?

Mandiri Capital Indonesia telah menyuntikkan dana sebesar Rp 700 miliar untuk 10 start up fintech sejak tahun 2016.

thinkstockphotos
Ilustrasi. Mandiri Capital Indonesia (MCI), anak usaha Bank Mandiri di bidang modal ventura, telah menyuntikkan dana sebesar Rp 700 miliar untuk 10 start up fintech sejak tahun 2016. 

MCI hanya melihat start up yang mampu sustainable dan membuat produk yang banyak dibutuhkan masyarakat.

MCI juga tak ingin melakukan pendanaan di awal sebelum start up tersebut mendapat pendanaan dari investor lain. Hal ini tentu meminimalisir resiko yang terjadi.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Mandiri Capital Indonesia (MCI), anak usaha Bank Mandiri di bidang modal ventura, telah menyuntikkan dana sebesar Rp 700 miliar untuk 10 start up fintech sejak tahun 2016.

MCI juga memberikan pelatihan Digital Incubator kepada start up-start up yang hendak mencari suntikan dana baik dari MCI maupun investor lain.

Lalu, apa sajakah yang dilihat MCI dan investor lain saat akan menyuntikkan dananya kepada start up fintech?

Selama Masa Angkutan Lebaran 2019, PT KAI Melayani 6,81 Juta Penumpang

Solusi yang ditawarkan CEO PT Mandiri Capital Indonesia, Eddi Danusaputro, mengatakan, yang perlu dilihat dari start up adalah masalah dan solusi unik yang ditawarkan start up tersebut.

"Saat mau mengucurkan dana, yang kami tanya pertama kali what problem that want to solve? ada problem apa? Dan ada solusi apa yang sedikit unik," kata Eddi Danusaputro, Selasa (18/6/2019).

Sustainable

Eddi mengatakan, pihaknya tak melihat apakah start up atau perusahaan rintisan tersebut akan menjadi calon unicorn atau menjadi calon initial public offering (IPO).

MCI hanya melihat start up yang mampu sustainable dan membuat produk yang banyak dibutuhkan masyarakat.

"Kami tidak melihat apakah akan menjadi calon unicorn ataukah akan menjadi IPO, itu soal belakangan lah,” kata Eddi.

Ingin Jalankan Bisnis Pinjaman Online, LinkAja! Harus Punya Perusahaan Berbeda

Eddi mengatakan, pihaknya mencari start up yang sustainable karena masalah dan cara menyelesaikannya cukup besar dan bisa dinikmati oleh masyarakat.

Tim yang Solid

Tak hanya masalah dan solusi, Eddi juga melihat tim yang solid dan serius membangun start up.

Tentu, pihaknya tak akan memilih jika pendirinya hanya satu orang untuk meminimalisir risiko dan membuat ide semakin besar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved