Sabtu, 6 Juni 2026

Simak Asal-Usul Emas, Ternyata Bukan Berasal dari Bumi

Tahukah kamu asal emas di Bumi? Apakah emas berasal dari Bumi? Jika bukan, lalu seperti apa asal-usul emas di Bumi?

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara

Tahukah kamu asal emas di Bumi? Apakah emas berasal dari Bumi? Jika bukan, lalu seperti apa asal-usul emas di Bumi?

WartaKotaLive melansir Kompas.com, emas salah satu logam mulia paling dicari di Bumi.

Bahkan, harga emas sangat tinggi dikarenakan untuk mendapatkannya harus menambang cukup dalam ke arah perut Bumi.

Sekilas, emas ada di dalam perut Bumi sejak planet ini terbentuk.

Program Pangan Murah Selama Sepekan Di RPTRA dan Rusun Lima Wilayah DKI

Saat Takziah, Ganjar Sebut Almarhumah Mbah Bandiyem Sosok Panutan, dan Inspiratif

Rapper Zico Siapkan Lagu Orisinil untuk Peserta Produce X 101

Namun, benarkah demikian?

Sebuah penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya.

Emas dan platinum disebut seharusnya tidak langka di Bumi.

Karena, keduanya semestinya tidak ada di planet ini sama sekali.

VIDEO: Komjen Purn Sofyan Jacob Bersedia Diperiksa Terkait Kasus Makar

VIDEO: Status Kasus Ustaz Lancip Naik ke Penyidikan

VIDEO: Pejabat Jakarta Timur Ziarah ke Makam Pangeran Jayakarta

Atau setidaknya, emas tidak seharusnya ada di kerak Bumi.

Itu karena logam mulia itu memang bukan berasal asli dari Bumi.

Hal itu diketahui dari analisis yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Bristol.

Diketahui, emas berasal dari tabrakan meteorit lebih dari 200 juta tahun setelah Bumi terbentuk.

Keluarga Korban Tewas Tenggelam di Pantai Tabur Bunga Perairan Ancol Sisi Timur Lokasi Tenggelam

Pemprov DKI Siapkan Pusat Kuliner dan Cenderamata di Makam Pangeran Jayakarta

Tahun Ini, Yuki Kato dan Jesicca Mila Mau Naik Gunung Bareng

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature, selama pembentukan Bumi, besi cair tenggelam ke pusat planet untuk membentuk inti.

Besi cair ini tidak memasuki perut Bumi sendirian.

Akan tetapi membawa serta seluruh logam mulia.

Hasil ini didapatkan oleh para peneliti setelah menganalisis bebatuan.

Berita Populer:

 Lokasi Dua Remaja Tenggelam Terseret Ombak di Pantai Dock Ekanuri Tak Termasuk Kawasan Wisata Ancol

 Datang ke Lokasi Dua Remaja Tenggelam di Pantai Dock Ekanuri, Begini Reaksi Orangtua Teman Korban

 Sofyan Jacob Penuhi Panggilan Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kasus Makar, Akankah Ditahan?

 Kuasa Hukum Sebut Sofyan Jacob Tak Penuhi Unsur Makar, Begini Penjelasan Lengkapnya

 VIRAL! Ini Universitas di Jakarta Buka Jalur Khusus YouTuber, Syarat Minimal 10 Ribu Subscriber

 HEBOH! Inul Daratista dan Adam Suseno Pisah Ranjang Hingga Membahas Soal Harta Tahta dan Wanita

Bebatuan tersebut dari Greenland yang berusia hampir 4 miliar tahun.

Batuan purba ini memberikan pengetahuan mengenai komposisi planet kita tak lama setelah pembentukan inti Bumi.

Akan tetapi sebelum tabrakan meteorit terjadi.

Menurut pengukuran presisi tinggi dari dua isotop atau varian atom, tungsten (logam mulia lain yang juga langka) menunjukkan bahwa meteorit yang mengandung logam mulia menghantam Bumi.

Tabrakan meteorit ini kemudian melapisi Bumi dengan kandungan emas, platinum, dan unsur-unsur lainnya lama setelah rekan asli mereka menghilang ke inti planet ini.

Setelah logam-logam mulia ini memasuki inti Bumi, proses geologi kemudian membentuk Benua dan memusatkan logam mulia di kantong-kantong tambang saat ini.

Negara Penghasil Emas Terbesar

Tak bisa dipungkiri bahwa emas merupakan investasi yang menguntungkan. Sebab hampir tak pernah ditemui harga emas turun setiap tahunnya.

Banyak negara mulai mengumpulkan emas dalam menjaga pertahanan perekonomiannya.

Berbicara mengenai emas, maka tidak jauh dari tambang emas Freeport di Indonesia.

Saham Indonesia di Freeport kini naik menjadi 51 persen dari yang sebelumnya hanya 9,36 persen.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, Indonesia bisa saja mengambil alih saham PT Freeport Indonesia lebih dari 51 persen.

Namun, hal itu tak dilakukan karena berbagai pertimbangan.

Pertimbangan tersebut diantarannya faktor teknologi, pemasaran hail tambang, manajemen proyek hingga dana untuk divestasi yang tidak sedikit.

Melihat negara-negara luar, terutama di Asia, China adalah salah satu negara yang sangat menggebu-gebu mengumpulkan emas.

Mengutip dari globalresearch.ca, China saat ini adalah produsen emas terbesar di Asia bahkan di dunia, diikuti oleh Australia dan Rusia.

Namun untuk cadangan emas China kalah dengan Australia, Rusia bahkan Indonesia.

Sudah lama diasumsikan bahwa China secara diam-diam membangun cadangan emasnya dengan membeli produksi lokal.

Selain itu China juga berinvestasi di beberapa negara penghasil emas.

Perusahaan China telah berinvestasi dalam penambangan emas di berbagai wilayah Dunia, termasuk Afrika Selatan dan Australia.

China dan Rusia bahkan berkolaborasi dalam hal usaha patungan dalam penambangan emas.

Saat ini, Indonesia berada di peringkat 11 dari 13 negara produsen emas terbesar.

Walau tidak masuk 10 besar, cadangan emas Indonesia termasuk besar bahkan di atas China, Peru, dan Brasil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rahasia Alam Semesta: Dari Mana Asal Emas yang Ada di Bumi?" dan di Tribunjogja.com berjudul "Negara Penghasil Emas Terbanyak di Dunia, Apakah Indonesia Termasuk?"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved