Senin, 1 Juni 2026

Setelah dengan China, Kini Amerika Serikat Mulai Perang Dagang dengan India

Setelah perang dagang dengan China, sekarang Amerika Serikat “ajak perang” dengan India.

Tayang:
thinkstockphotos
Ilustrasi. Setelah dengan China, kini Amerika Serikat mengajak perang dagang dengan India. 

Penghentian fasilitas GSP ini merupakan cara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan negara-negara yang memiliki surplus perdagangan besar dengan AS.

Namun India berulang kali menunda menaikkan tarif karena kedua negara terlibat dalam pembicaraan perdagangan.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Setelah perang dagang dengan China, sekarang Amerika Serikat “ajak perang” dengan India.

India akan mengenakan tarif pembalasan yang lebih tinggi terhadap 28 produk asal AS termasuk almond, apel, dan kacang walnut, mulai Minggu (16/6/2019).

Aksi balasan India ini menyusul keputusan Amerika Serikat menghentikan fasilitas perdagangan Generalized System of Preferences (GSP) dengan India mulai 5 Juni 2019.

Perang Dagang, Media di China: Amerika Serikat Buat Kesalahan Jadikan China Lawan

Penghentian fasilitas GSP ini merupakan cara Presiden Amerika Serikat Donald Trump menekan negara-negara yang memiliki surplus perdagangan besar dengan AS.

India merupakan negara penerima manfaat terbesar dari skema GSP yang memungkinkan ekspor bebas bea masuk hingga senilai 5,6 miliar dollar AS.

India menyebut penghentian fasilitas GSP itu  “tidak beruntung” dan bersumpah untuk menegakkan kepentingan nasionalnya.

China Bilang Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Menyebarkan Berita Bohong

Sebelumnya Reuters yang dilansir Kontan, melaporkan, India sedang bersiap mengenakan tarif yang lebih tinggi menjelang pertemuan pertama Perdana Menteri Narendra Modi dengan Trump di sela-sela KTT G20 di Jepang pada 28 dan 29 Juni 2019.

India pada awalnya mengeluarkan perintah pada Juni tahun lalu untuk menaikkan pajak impor setinggi 120 persen atas sejumlah produk dari Amerika Serikat, setelah Amerika Serikat menolak membebaskan tarif impor baja dan aluminium.

Namun India berulang kali menunda menaikkan tarif karena kedua negara terlibat dalam pembicaraan perdagangan.

Siapkan Pengganti Android, Huawei Siap Rilis Hongmeng: Akan Ajukan Merek Dagang

Perdagangan antara Amerika Serikat dan India mencapai sekitar 142,1 miliar dollar AS pada tahun 2018.

Kini, India bertindak tegas dan menerapkan tarif impor balasan balasan pada 28 barang tertentu yang berasal dari atau diekspor dari Amerika Serikat.

Tarif impor India yang lebih tinggi untuk barang-barang Amerika Serikat dapat berdampak pada meningkatnya ikatan politik dan keamanan antara kedua negara.

Huawei Masuk Daftar Hitam, Bagaimana Nasib Bisnis Huawei di Indonesia?

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, yang dijadwalkan akan mengunjungi India pada bulan ini mengatakan, Amerika Serikat terbuka untuk dialog untuk menyelesaikan perbedaan perdagangan dengan India, melalui akses yang lebih besar bagi perusahaan-perusahaan Amerika ke pasarnya.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved