Peringati Hari Purbakala, Kemendikbud Gandeng Kaum Muda Gelar Bincang Santai Cagar Budaya
Bincang Santai itu diikuti 230 orang terdiri dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, pelajar SMA, komunitas, dan masyarakat umum.
Penulis: Ichwan Chasani | Editor: Ichwan Chasani
Jakarat -- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar Bincang Santai Cagar Budaya dan Literasi Bersama Generasi Muda di Museum Kebangkitan Nasional, Jalan Abdul Rachman Saleh, Senen, Jakarta Pusat, Minggu (16/6/2019).
Kegiatan tersebut diselenggarakan sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Purbakala ke-106 yang jatuh pada tanggal 14 Juni setiap tahunnya.
Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Fitra Arda mengatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti 230 orang terdiri dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, pelajar SMA, komunitas, dan masyarakat umum.
“Kami undang anak-anak muda, melalui web, siapa pun yang berminat, untuk kita bersama-sama memahami makna Cagar Budaya atau warisan Budaya, karena lahirnya UU Nomor 5/2017 itu bagaimana Cagar Budaya menjadi ruang publik untuk kemajuan kebudayaan,” ujarnya.
Kini, kata Fitra, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman mulai menggarap bagaimana teknologi bisa digunakan dalam rangka memberikan informasi kepada masyarakat tentang Cagar Budaya.
“Harapannya, anak-anak muda, kaum milenial yang kami harapkan menjadi perpanjangan tangan kami. Melalui mereka lah harapan kami, pengetahuan tentang Cagar Budaya bisa diviralkan,” kata Fitra.
Fitra menambahkan, Bincang Santai itu mengambil tema tentang beberapa Cagar Budaya yang ada di Jakarta, diantaranya, Mal Sarinah, Monumen Nasional, Museum Nasional, dan Museum Kebangkitan Nasional.
Para peserta juga akan mendapatkan materi tentang literasi. Setelah kegiatan tersebut peserta diharapkan dapat memahami dan menjelaskan Cagar Budaya yang ada di sekitarnya.
Nara Sumber materi sejarah kawasan Monas adalah Ketua Umum Asosiasi Guru Sejarah Indonesia, Sumardiansyah Perdana Kusuma. Sementara Nara Sumber materi tentang literasi disampaikan Oleh Komunitas Dandelion Authors.
Hasil akhir dari kegiatan ini berupa penyusunan buku antologi "Ragam dan Pesona Cagar Budaya" yang akan ditulis oleh peserta pelajar dan komunitas Dandelion author.
Tahun ke-106
Menurut Fitra, Hari Purbakala tahun ini telah memasuki tahun ke-106. Hari Purbakala digelar tiap tanggal 14 Juni. Ditetapkan demikian karena tanggal 14 Juni 1913, merupakan awal berdirinya Oudheidkundige Dienst in Nederlandsch Indie atau Jawatan Purbakala yang dipimpin N.J Krom, sebuah lembaga yang menangani peninggalan purbakala.
“Lembaga inilah yang kemudian melakukan upaya pelestarian terhadap benda-benda purbakala. Dalam perjalanannya, lembaga ini telah mengalami beberapa kali perubahan nama, akan tetapi tetap mengacu pada visi yang sama, yaitu melakukan upaya pelindungan peninggalan purbakala,” ujarnya.
Mulai tahun 1953, kepemimpinan organisasi itu dilanjutkan orang Indonesia yaitu Prof Dr Sukmono yang turut memugar Candi Borobudur. Lembaga itulah yang menjadi cikal bakal Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.
Tahun 1975, lembaga itu berganti nama menjadi Lembaga Peninggalan Purbakala Nasional (LPPN). Lembaga itu kemudian dipecah menjadi dua, satu untuk pelestarian, satu lagi untuk penelitian hingga sekarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kemebdikbud-fitra-arda.jpg)