Kebakaran

Kerugian Kasus Kebakaran selama Ramadan di Bekasi Capai Rp8 Miliar Lebih

Dinas Kebakaran Kota Bekasi mencatat total kerugian materi akibat 20 kasus kebakaran yang terjadi selama bulan Ramadan tahun ini ditaksir Rp8 miliar

Kerugian Kasus Kebakaran selama Ramadan di Bekasi Capai Rp8 Miliar Lebih
Google
Ilustrasi 

Dinas Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi mencatat total kerugian materi akibat 20 kasus kebakaran yang terjadi selama bulan Ramadan tahun ini ditaksir mencapai Rp8 miliar lebih.

"Total kerugian itu Rp 8.441.000.000 dari total 20 peristiwa kebakaran yang terjadi selama Ramadan hingga libur lebaran tahun ini," ujar Komandan Kompi Damkar Kota Bekasi Nasrudin saat ditemui di Mako Damkar Kota Bekasi, Jumat (14/6/2019).

Lebih lanjut, menurutnya jika dibandingkan dengan jumlah kerugian, pihaknya mengklaim masih lebih banyak nilai harta benda yang masih bisa dapat diselamatkan dari kasus kebakaran yang terjadi di Kota Bekasi.

Selama Lebaran, Kasus Kebakaran di Kota Bekasi Alami Penurunan

Komandan Kompi Damkar Kota Bekasi, Nasrudin saat ditemui di kantornya, di Mako Damkar, Bekasi Selatan, Jumat (14/6/2019).
Komandan Kompi Damkar Kota Bekasi, Nasrudin saat ditemui di kantornya, di Mako Damkar, Bekasi Selatan, Jumat (14/6/2019). (Wartakotalive.com/Luthfi Khairul Fikri)

"Kita juga ada data total harta benda yang dapat diselamatkan dari kasus kebakaran, jumlahnya mencapai Rp 16.960.000 dari total harta beda keseluruhan Rp 25.280.000.000 rumah atau aset yang menglami kebakaran," jelasnya.

Sebelumnya, kata dia 20 kasus kebakaran itu didominasi masih terjadi di rumah warga, disusul kasus kebakaran toko, lalu pabrik hingga kebakaran alang-alang.

"Ada 7 kasus kebakaran rumah tinggal, tiga pabrik atau gudang, 4 toko, 4 kebakaran alang-alang atau sampah, lalu 2 kasus lagi itu kebaran lainnya yang terlapor dan kita tangani," jelasnya.

Dia menilai bahwa terjadinya kebakaran selama ramadan hingga libur lebaran karena arus pendek atau konsleting listrik, dan faktor lain juga ada karena dari kompor atau kebakaran akibat membakar sampah, namun baginya semua itu akibat kelalaian manusia.

“Faktor kebakaran itu ada tiga, manusia, alam, dan kehendak sendiri. Tapi 80 persen paling banyak itu karena faktor manusia, kecapean hingga menimbulkan kelalaian selama ramadan atau libur lebaran," tegas dia.

Beruntung peristiwa kebakaran yang berlangsung selama ramadan hingga libur lebaran ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

Dirinya pun menghimbau khususnya kepada warga Bekasi harus selalu waspada atas segala kasus kebakaran yang tidak bisa diprediksi.

“Masyarakat yang mana diminta dan dihimbau untuk tidak lalai dan selalu waspada terhadap ancaman kebakaran yang mana kebakaran akan mengalami kerugian yang sangat besar apabila tidak bisa tertangani,” pungkasnya.(M20)

Penulis: Luthfi Khairul Fikri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved