Senin, 4 Mei 2026

Lari dari Korea Utara, Malah Bernasib Tragis di China

Seorang wanita bernama Lee misalnya, yang melarikan diri dari Korea Utara menuju ke Tiongkok dengan menyeberangi Sungai Tumen.

Tayang:
thinkstockphotos
llustrasi. Selama lima tahun dia dan beberapa gadis mengaku dipenjara di apartemen kecil di timur laut Tiongkok. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Menjadi warga negara Korea Utara hidupnya terkekang.

Semua serba diatur oleh pemerintah Korea Utara.

Maka tidak sedikit warga Korea Utara yang berupaya lari dari Korea Utara.

Melansir Daily Mirror pada Senin (10/6/2019) yang dikutip Intisari, seorang wanita bernama Lee misalnya, yang melarikan diri dari Korea Utara menuju ke Tiongkok dengan menyeberangi Sungai Tumen.

Dia berani melakukan tindakan pembelotan ini karena dijanjikan kehidupan enak dan pekerjaan di sebuah restoran.

Huawei Masuk Daftar Hitam, Faktanya Huawei Dapat Kontrak dari 30 Negara

Akan tetapi apa yang ia bayangkan tidak pernah terwujud.

Dijanjikan mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang enak, sekelompok pembelot Korea Utara ini justru dijual sebagai budak cyberseks di Tiongkok, sebelum mereka berhasil melarikan diri.

Lee, adalah contoh dari banyak korban dalam praktik ini.

Selama lima tahun dia dan beberapa gadis mengaku dipenjara di apartemen kecil di timur laut Tiongkok.

Perang Dagang Belum Reda, Apple Sudah Siapkan Rencana Cadangan

Pialang dia percayai untuk merencanakan pelariannya dari Korea Utara justru menjualnya ke operator cyberseks.

Kisah Lee dimulai dari sebuah laporan yang diwartakan oleh CNN.

Dalam laporan itu, Korea Future Initiative (KFI) yang berbasis di London, menjelaskan wanita Korea Utaar kerap kali diperbudak di rumah-rumah bordil.

Mereka dijual ke pernikahan yang represif atau dibuat untuk melakukan tindakan grafis di webcam di kota-kota satelit dekat perbatasan Tiongkok-Korea Utara.

Tensi Perang Dagang Masih Tinggi, Berikut Dampaknya Terhadap Indonesia

Hingga akhirnya, Lee diselamatkan ketika orang asing yang diajaknya berbicara online adalah seorang pendeta Korea Selatan yang berjanji menyelamatkannya.

Tidak ada statistik resmi yang menunjukkan dengan tepat bahwa wanita Korea Utara yang meninggalkan negara mereka berakhir dengan tragis.

Disamping itu, Korea Selatan adalah rumah bagi sekitar 25 juta orang dan menyambut 32.000 pembelot sejak 1998.

Kini Beli Emas Secara Online, Tips Beli Emas di E-Commerce

Lee menjelaskan kepada CNN tentang pertumbuhan di negara komunis, "Kami memiliki cukup makanan, nasi dan gandum yang disimpan di garasi."

"Tetapi orangtua saya keras, saya harus pulang sebelum matahari terbenam dan mereka tidak mengizinkan saya mengenyam pendidikan tinggi," katanya.

Setelah pertengkaran buruk dengan keluarganya, dia memutuskan melarikan diri ke Tiongkok dan menemukan orang yang menjanjikannya pekerjaan.

Namun, ia justru dibohongi.

Lee telah dijual brokernya seharga 30.000 tuan atau sekitar Rp 61 juta kepada operator ruang obrolan Cyberseks.

"Ketika saya tahu saya merasa sangat terhina," kata Lee.

Kondisi Prasarana Jalan Nasional dan Tol Sudah Baik, Basuki: Rest Area Akan Diubah Desainnya

"Saya mulai menangis dan meminta untuk pergi, tetapi bos mengatakan dia telah membayar banyak uang untuk saya dan saya sekarang memiliki hutang kepadanya," sambungnya.

Seorang juru bicara pemerintah Tiongkok mengatakan dalam sebuah wawancara kepada CNN.

"Saya menekankan bahwa pemerintah Tiongkok menaruh perhatian besar kepada hak-hak warga negara yang sah dan menuntut hukum untuk memerangi perdagangan perempuan dan anak," katanya.

Namun, Michael Glendinning, Direktur KFI mengatakan, pemerintah Tiongkok tidak cukup untuk berbuat dan melindungi gadis Korea Utara dan wilayahnya.

Perang Dagang, Amerika Serikat Yakin China Akan Bikin Kesepakatan

Kasus Lee adalah satu dari banyaknya kasus perdagangan wanita di Korea Utara.

"Beberapa pria ingin bicara namun sebagian besar menginginkan lebih," kata Lee

"Mereka meminta saya mengambil pose sugestif atau membuka pakaian dan menyentuh diri saya sendiri. Meminta melakukan semua yang mereka minta," tambahnya.

"Aku merasa ingin mati, namun aku tidak bisa bunuh diri karena bos selalu mengawasi kami," jelasnya.

Lee dan wanita lainnya hanya diizinkan keluar setiap enam bulan.

Namun mereka berhasil melarikan diri para 26 Oktober 2018, dan pergi ke Korea Selatan.

Banyak Pengembang Properti di Bekasi Belum Serahkan Lahan

Berita ini sudah diunggah di Intisari dengan judul Akhir Tragis para Pembelot di Korea Utara, Mau Kehidupan Enak Malah Terjebak Sebagai Budak Nafsu di Tiongkok

Sumber: Intisari
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved