Senin, 13 April 2026

Rutan Pidie Ribut

Kebakaran Padam, Napi Rutan Pidie Tuntut Beberapa Hal, Termasuk Minta Pegawai Lapas Dipindahkan

Kebakaran Padam, Napi Rutan Pidie-Aceh Tuntut Beberapa Hal, Termasuk Minta Pegawai Lapas Segera Dipindahkan

KOMPAS.COM/ RAJA UMAR
Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B, Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh diduga dibakar napi yang mengamuk setelah petugas mengambil dispenser dalam kamar para napi, Seni (3/6/2019). 

Kebakaran yang terjadi di Rumah Tahanan ( Rutan) Kelas II-B Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh padam pada pukul 15.16, sejak terbakar pukul 12.00 pada Senin (03/06/2019).

Api dipadamkan setelah 4 unit armada pemadam dari BPBD Pidie dan satu unit damkar dari Polres Pidei dikerahkan ke lokasi.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun satu unit ruang kerja Kepala pengamanan rutan ludes terbakar.

“Api berhasil dipadamkan sekitar Pukul 15.16 WIB, tidak ada korban jiwa, hanya saja bangunan ruang kerja kepala pengamanan habis terbakar,” kata Kepala BPBA, Teuku Ahmad Dadek, kepada wartawan, Senin (3/6/2019).

Sementara itu, Kadiv Pas Kemenkumham Meurah Budiman menyebutkan kondisi rutan sudah kembali normal seperti biasa.

“Tadi sudah dilakukan negosiasi, napi sudah tertib kembali, tidak ada yang kabur dan korban dalam insiden rusuh pembakaran di rutan,” katanya.

Tuntutan Narapidana

Menurut Meurah Budiman, negosiasi narapidana dan pihak rutan saat terjadi kerusuhan dan kebakaran berhasil dilakukan setelah pihak lapas menerima sejumlah tuntutan narapidana.

Di antaranya beberapa pegawai lapas yang selama ini bertugas di Rutan Pidie untuk segera dipindahkan.

Narapidana segera dapat menerima kunjungan tamu.

Menerima makanan dari keluarga serta dapat bertemu dengan keluarga pada hari Lebaran.

“Permintaan mereka sudah kita terima, ada pegawai yang diminta untuk dipindahkan dari rutan, kemudian kunjungan tamu, tapi karena kondisi sudah terbakar kita bersihkan dulu, makanan yang diantar keluarga dapat diterima, kemudian saat hari Lebaran mereka pasti dapat bertemu dengan keluarga,” katanya.

Tak Berniat Kabur

Sebanyak 466 orang penghuni rutan Kabupaten Pidie kepada pihak rutan mengaku, tidak ada niat untuk melarikan diri.

Hanya saja mereka emosi terhadap pegawai koperasi lapas yang mengambil dispenser dalam kamar mereka yang sebelumnya dibagikan oleh kepala rutan untuk mempermudah para napi pada saat bulan puasa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved