Pilpres 2018
Sebut AHY Dibully Secara Sangat Kejam, SBY: Mungkin itu Cara Tuhan untuk Menggemblengnya
Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu. Setelah itu AHY di-bully sangat kejam.
Banyak yang menyebut Partai Demokrat mulai menunjukkan kecondongannya terhadap kubu pemerintah di masa depan.
Akan tetapi, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin menyebut terlalu dini untuk membicarakan koalisi di pertemuan tersebut.
• KPK Beberkan Kronologi OTT di Imigrasi Mataram: Negosiasi Uang Suap Rp 1,2 Miliar Tanpa Bicara
Sementara dari pihak Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, menilai pertemuan ini baik untuk diikuti oleh pihak lainnya untuk mendinginkan suasana pasca kampanye dan pemilu yang cukup menaikkan tensi masyarakat.
Rupanya tak cukup sekali AHY hadir ke Istana dan bertemu Capres Petahana tersebut, kali ini pertemuan terjadi di Istana Bogor pada Rabu (22/5/2019) kemarin.
Menjelaskan tentang pertemuannya, AHY menyebut Jokowi memintanya menjadi penghubung dengan SBY yang saat ini ada di Singapura, mendampingi sang istri menjalani pengobatan atas kanker darah.

AHY mengatakan, Jokowi masih ingin menjaga selalu komunikasi dan silaturahmi dengan SBY yang sebelumnya juga menjabat Presiden Republik Indonesia selama dua periode.
Jokowi berharap dapat mendiskusikan berbagai permasalahan bangsa dengan SBY.
Namun, SBY merasa dua pertemuan yang dilakukan oleh anaknya bersama Jokowi, justru mendatangkan banyak serangan, baik kepada AHY itu sendiri, dirinya, maupun Partai Demokrat.
"Akibat pertemuan itu, AHY, SBY, dan Partai Demokrat diserang habis oleh kalangan tertentu. Setelah itu AHY di-bully sangat kejam.
"Mungkin itu cara Tuhan untuk menggembleng orang yang baru masuk di dunia politik," kata SBY melalui sebuah video.
• Mudik Lebaran, Jasa Marga Sediakan 66 Rest Area dengan Fasilitas Lengkap Sepanjang Tol Trans Jawa
Sejauh ini, memang hanya Partai Demokrat yang kerap dinilai akan merapat ke pemerintah, meskipun tak mendukung Jokowi-Ma'ruf dalam pemilu.
Hal itu, dilihat dari sikap-sikap politik partai juga anggota Demokrat yang tidak selalu terlibat dalam agenda Prabowo-Sandiaga.
Hal itu pula yang disampaikan oleh SBY.
"Dari serangan itu, sebenarnya kita tahu dari kelompok mana serangan sengit itu berasal," ujar SBY.
SBY juga mengatakan, hal inilah yang membedakan pihaknya dengan pihak pendukung Prabowo-Sandi yang lain.
• Ingin Naik Kelas ke MotoGP, Adik Juara Dunia MotoGP Marc Marquez Incar Kursi Pebalap Pramac Ducati