Bulan Suci Ramadan

Nur Arisa Maryam Asal Jepang Ucapkan Syahadat, Sang Ibu Tak Bisa Menerima Bahkan Tak Akui Anak (2)

Arisa masih menganggap bahwa Islam adalah agama nun jauh di padang pasir sana, yang diperuntukkan untuk orang-orang asing, bukan dirinya.

Nur Arisa Maryam Asal Jepang Ucapkan Syahadat, Sang Ibu Tak Bisa Menerima Bahkan Tak Akui Anak (2)
instagram @nurarisamaryam
Nur Arisa Maryam wanita asal Jepang yang masuk Islam sempat ditentang keluarga 

Ada satu sosok yang menarik, dia adalah Nur Arisa Maryam, seorang wanita Jepang masuk Islam

Nur Arisa Maryam lahir dan besar di Tokyo, Arisa kemudian tertarik dengan bahasa asing, itulah sebabnya dia memilih jurusan Studi Malaysia dan Bahasa di universitas tempat dia belajar.

Di dalam pikirannya, Arisa masih menganggap bahwa Islam adalah agama nun jauh di padang pasir sana, yang diperuntukkan untuk orang-orang asing, bukan dirinya.

Meski demikian, tidak seperti orang-orang pada umumnya, Arisa tidak memiliki prasangka buruk terhadap Islam.

“Sejujurnya, saya tidak memiliki kesan buruk terhadap Islam, saya hanya belum memiliki kekaguman yang cukup untuk ini (Islam).”

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam JIC Menggelar Pesantren Digital Pemograman Android

Demikianlah, Arisa kemudian mulai mempelajari cara-cara salat, tujuannya bukan untuk spiritualitas, melainkan hanya untuk mencari pengalaman saja.

Sampai pada suatu waktu, ketika Arisa bekerja paruh waktu di acara Tokyo International Book Fair sebagai penerjemah bahasa Malaysia, dua orang wanita Muslim, asli orang Jepang, datang ke stannya.

Arisa sangat bersemangat bertemu dengan mereka. Dia ingin mendengar kisah mereka, yang asli orang Jepang, namun memilih untuk memeluk agama Islam. 

Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Rahasia Cara Umat Islam untuk Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

Kepada dua wanita Muslim Jepang itu, Arisa bertanya tentang kisah mereka, bagaimana mereka bisa masuk Islam. Salah satu dari wanita itu menceritakan kisahnya kepada Arisa.

“Saya begitu tersentuh dengan kisahnya, dan saya juga merasa lega ketika tahu bahwa saya bukan hanya satu-satunya yang khawatir tentang beralih (ke agama Islam). Saya tidak dapat menghentikan air mata yang mengalir,” kata Arisa.  

Halaman
1234
Editor: Dian Anditya Mutiara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved