Selasa, 14 April 2026

Pilpres 2019

Ditahan di Mapolda Metro, AF Sekamar dengan Ratna Sarumpaet

AF alias Fifi disebut sebagai broker atau penyuplai satu pucuk senjata api ke eksekutor rencana pembunuhan itu.

Penulis: Budi Sam Law Malau |

Dari informasi yang didapatnya kata Bayu saat ditangkap polisi ibunya hendak mentransfer uang di bank BRI di Jalan MH Thamrin Jakarta.

" Ibu saya mau transfer uang ke saudara saya di Pekanbaru Tapi saat itu langsung diamankan polisi. Waktu itu ibu saya berdua dengan temannya dari anggota Gempur," kata Bayu.

Sementara saat itu kata Bayu, ayahnya Mayjen (Purn) Moerwanto sedang membuat laporan terkait kecurangan Pilpres ke Bawaslu dan beberapa pihak lain bersama pendukung pasangan capres Prabowo-Sandi.

Meski mengaku masih shock, Bayu mengaku tetap bersabar seperti pesan ibunya.

"Sehabis ditangkap polisi saya sudah ketemu ibu di tahanan Polda Senin kemarin. Ibu minta saya dan adik-adik tetap bersabar dan tetap percaya sama ibu," kata Bayu.

Seperti diketahui Polri membekuk enam tersangka terkait kerusuhan aksi 22 Mei.

Mereka bahkan diduga merencanakan pembunuhan terhadap 4 pejabat negara.

Salah seorang dari enam tersangka itu adalah perempuan atas nama Asmaizulfi alias AF alias Fifi (53), istri Mayjen (Purn) Moerwanto.

Fifi juga merupakan Ketua Gempur (Gerakan Emak-emak Peduli Rakyat), organisasi sayap pendukung Prabowo-Sandi.

Bayu Putra Harfianto (28) anak pertama AF mengatakan ia dan ketiga adiknya serta semua keluarganya sama sekali tidak percaya ibunya ikut serta merencanakan pembunuhan ke 4 pejabat negara bersama para tersangka lainnya.

"Saya sama adik-adik dan semua keluarga sangat percaya ibu gak akan merencanakan pembunuhan pada siapapun. Sebab ibu saya memang gak tahu soal itu. Pada kasus ini ibu saya bisa tersangkut, karena sebenarnya cuma masalah utang piutang saja sama Iwan, salah satu tersangka lain. Ibu sya pinjam uang ke Iwan dan jaminannya yang diminta senjata itu, pemberian rekan ayah saya," papar Bayu saat ditemui Warta Kota di rumahnya di Komplek Zeni AD, Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019).

Bayu juga menyayangkan pemberitaan dan informasi yang beredar bahwa seakan-akan ibunya benar-benar turut serta merencanakan pembunuhan.

"Seolah-olah di media, ibu saya nyediain senjata dan nyuruh mereka tembak nih bunuh. Padalah tidak. Ibu saya gak tahu senjata yang digadaikannya ke Iwan mau dipakai untuk apa," kata Bayu.

Dalam BAP kepolisian saat ibunya diperiksa polisi, kata Bayu ibunya juga menerangkan ketidaktahuannya soal rencana pembunuhan dan sudah tertulis.

"Ibu saya gak tahu senjata buat diapain. Di BAP ibu bilang gak tahu menahu soal rencana itu," kata Bayu.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved