Otomotif
Bengkel Resmi Dikenal Mahal, Begini Cara Nissan Hilangkan Stigma Tersebut
Jika Anda membeli model baru dari Nissan, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) kini akan melengkapinya dengan Nissan Care Package.
"Pada dasarnya, Nissan Care Package adalah program perawatan, di mana konsumen tidak perlu repot-repot lagi bayar beberapa suku cadang dan gratis servis selama empat tahun atau 50.000 km."
KINI, jika Anda membeli model baru dari Nissan, seperti All New Livina, Terra, atau X-Trail, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) akan melengkapinya dengan Nissan Care Package.
Ini merupakan paket inovatif Nissan yang dijadikan andalan guna menarik konsumen agar mau ke bengkel resmi Nissan.
Sudah rahasia umum, selama ini banyak masyarakat Indonesia yang enggan datang ke bengkel resmi, baik untuk melakukan penggantian suku cadang atau hanya sekadar pengecekan ringan.
Tak lain dan tak bukan, itu karena stigma yang sudah melekat di masyarakat Indonesia bahwa biaya di bengkel resmi pasti mahal biayanya.
• Tertangkap Kamera, Ini Penampakan Nissan X-Trail Terbaru yang Lagi Uji Laik Jalan
• Ada Apa dengan All New Nissan Serena dan Livina, Kok Belum Banyak Terlihat di Jalan? Begini Kata NMI
Untuk itu, Nissan menerapkan sistem terbaru untuk meningkatkan jumlah konsumen yang datang ke bengkel resmi.
"Pada dasarnya, Nissan Care Package adalah program perawatan, di mana konsumen tidak perlu repot-repot lagi bayar beberapa suku cadang dan gratis servis selama empat tahun atau 50.000 km," jelas Presiden Direktur PT NMI Isao Sekiguchi.
"Tergantung mana yang dicapai lebih dulu," imbuhnya kepada wartawan, di sela-sela buka puasa bersama, di Cassis Kitchen, Jakarta, Senin (27/5/2019).
Isao mengaku mengadaptasi konsep ini dari Jepang. Di sana, Nissan memberikan nama program tersebut dengan Maintenance Professional Package.
Jadi, ini adalah program perawatan mobil, di mana konsumen tidak perlu bayar lagi saat akan servis.
Pasalnya, semua sudah termasuk saat mereka membeli mobil baru Nissan.
"Sebelum program ini diimplementasikan, jumlah konsumen yang datang kembali ke bengkel resmi kurang dari 70 persen," tuturnya.
"Mungkin di Indonesia jumlah tersebut cukup tinggi, tapi kalau di Jepang itu cukup rendah. Setelah Nissan mengimplementasikan program ini, jumlah konsumen yang kembali ke bengkel menjadi 95 persen," imbuh Isao.
Isao juga paham banyak orang Indonesia yang bilang bengkel resmi terlalu mahal.
Namun, menjadi tugas Nissan Indonesia sekarang untuk mengomunikasikan bahwa beberapa suku cadang dan jasa servisnya gratis.
"Tugas kami adalah memberikan pemahaman kepada konsumen mengenai program ini serta keuntungannya," kata Isao.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nissan Coba Tepis Stigma Bengkel Resmi Mahal"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bengkel-nissan-bengkel-resmi.jpg)