Begini Cara Disparbud DKI Jakarta Melestarikan Kebudayaan Betawi
Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau Disparbud DKI Jakarta lestarikan kebudayaan Betawi saat ini.
Pemerintah Provisi atau Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau Disparbud DKI Jakarta lestarikan kebudayaan Betawi saat ini.
Diketahui, pelestarian kebudayaan Betawi dilakukan sebagai bentuk dari implementasi pelaksanaan Peraturan Daerah atau Perda Nomor 4 Tahun 2015.
Perda tesebut berisi tentang pelestarian kebudayaan Betawi, serta Pergub Nomor 229 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Pelestarian Kebudayaan Betawi.
Menurut Kepala Seksi Bidang Nilai Budaya dan Sejarah Disprbud DKI Jakarta, Puji Surono walau Jakarta merupakan kota metropolitan, bukan berarti tidak memiliki budaya tradisional.
• Layani Pemudik, Suzuki Siapkan Ratusan Mobil Towing serta Puluhan Posko dan Bengkel Siaga
• Sederhana, Begini Penampilan Nurjannah, Ibunda Fahri Hamzah
• VIDEO: Ustadz Sambo Dicecar 49 Pertanyaan Soal Kasus Makar Eggi Sudjana
"Justru budaya Jakarta sangat banyak jenisnya dan beragam. Bahkan tidak hanya memiliki budaya yang bisa dilihat dan berbentuk fisik, tetapi ada pula yang tidak berbentuk atau bukan termasuk benda,"ujar Puji kepada Warta Kota, Selasa (28/5/209).
Maka dari itu ada salah satu cara yang dilakukan Disparbud, agar para masyarakat mengenal dan ikut serta melestarikan budaya yang diwariskan.
Yakni dengan mengadakan lomba karya tulis ilmiah bertemakan nilai-nilai budaya Betawi.
"Hal ini perlu kita lakukan karena dimanapun bangsa berada, harus memegang teguh budayanya. Apalagi banyak budaya Indonesia yang selama ini di klaim oleh negara asing," kata Puji.
• Surat PermenpanRB Sudah Terbit, Ini 10 Daftar Syarat Pengadaan CPNS 2019
• Saat Pemberlakuan One Way dan Contraflow, Ada Jalur Khusus Bus di Tol Jakarta-Cikampek
• 4 Bulan Ahmad Dhani Mendekam di Rutan Medaeng, El Rumi Ungkap Perubahan Pada Ayahnya
Adapun jenis kesenian yang dilombakan.
Antara lain tradisi dan ekspresi lisan, seni pertunjukan, adat istiadat masyarakat, ritus dan perayaan, pengetahuan tradisional, serta kemahiran dan kerajian tradisional.
Tak hanya itu, lomba ini juga memperebutkan hadiah dengan total Rp 100 juta.
"Kami berharap para pesertanya dapat mendukung dan peduli akan budaya yang ada di Jakarta. Jika event ini berhasil, kedepannya kami akan melakukannya terus menerus, bahkan setahun bisa kita adakan sampai dua kali," ungkap Puji.
• JNE Bukber Akbar 2019 : 9 Paket Umrah untuk Karyawan JNE
• Shandy Aulia Memutuskan Pakai Hijab, Ini Reaksi Sang Ayah
• Jarang Main Sinetron, Kini Aldi Taher Banting Stir Jualan Mi Ayam
Adapun periode lomba, mulai dari tahap pendaftaran dan penyerahan karya tulis berlangsung hingga 10 Juni 2019 mendatang.
Sementara pengumuman pemenang akan dilakukan pada 21 Juni 2019 di PTSB Asem Baris, Jakarta Selatan.
Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat bisa mengakses www. Jakarta-tourism.go.id. (m16)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ondel-ondel.jpg)