Pasar Uang

Prospek Nilai Tukar Rupiah Jelang Libur Lebaran

Sentimen global, seperti perang dagang AS dan China pun sudah diantisipasi pelaku pasar.

Editor:
thinkstockphotos
Ilustrasi. Adanya intervensi dari Bank Indonesia berpotensi mendongkrak penguatan rupiah terhadap dollar AS di awal pekan. 

Sentimen global, seperti perang dagang AS dan China pun sudah diantisipasi pelaku pasar.

Penurunan harga minyak dunia yang semakin menjauh dari 70 dollar AS per barel turut menjadi sentimen positif bagi rupiah.

WARTA KOTA, PALMERAH--- Adanya intervensi dari Bank Indonesia berpotensi mendongkrak penguatan rupiah terhadap dollar AS di awal pekan.

Mengutip Bloomberg yang dilansir Kontan, Jumat (24/5/2019), rupiah tercatat menguat 0,61 persen ke Rp 14.392 per dollar AS.

Dalam sepekan rupiah juga tercatat menguat 0,40 persen.

Jika Macet, Ada Rekayasa Sistem Satu Arah di Gerbang Tol Tingkir Salatiga

Perkiraan Menteri Perhubungan soal Kendaraan yang Melintas di Tol Trans Jawa

Sedangkan, pada kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah tercatat menguat 0,42 persen menjadi Rp 14.451 per dollar AS.

Sepekan lalu, rupiah menguat 0,12 persen.

Ekonom Pefindo, Fikri C Permana, mengatakan, demonstrasi hasil Pemilihan Presiden 2019 yang sempat ricuh pada akhirnya dapat dikendalikan dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berlarut-larut.

Waspada Tawaran Pinjaman Uang Berkedok Koperasi, Kenali Ciri-cirinya

Meninggalkan Rumah saat Mudik Lebaran dengan Aman Bisa Ikut Asuransi Perlindungan Rumah

Kondisi ini turut membawa sentimen positif pada nilai tukar rupiah di akhir pekan lalu.

Sentimen global, seperti perang dagang AS dan China pun sudah diantisipasi pelaku pasar.

"Dari yield US Tresury sudah semakin rendah menyebabkan risiko investasi di negara berkembang juga jadi menarik untuk dilirik investor asing dan rupiah bisa terapresiasi," kata Fikri, Jumat (24/5/2019).

Daftar Posko Kesehatan Jalur Mudik di Kota Bekasi, Ada 4 Jenis Penyakit yang Rawan

Tarif Tol Didiskon 15 Persen Enam Hari Selama Musim Mudik, Catat Tanggalnya

Penurunan harga minyak dunia yang semakin menjauh dari 70 dollar AS per barel turut menjadi sentimen positif bagi rupiah.

Per akhir pekan lalu berdasarkan data Bloomberg, harga minyak Brent bertengger di 68,69 dollar AS per barel.

Fikri memproyeksikan pada Senin (27/5/2019), rupiah berpotensi menguat di rentang Rp 14.350 per dollar AS hingga Rp 14.490 per dollar AS.

Perang Dagang, China Kecam Pernyataan Menteri Luar Negeri AS

Dampak Perang Dagang, Media China Kampanyekan Anti iPhone

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved