Pilpres 2019

Kepergian Farhan Ikut Demo di Bawaslu Tidak Diketahui Keluarga, Telepon Ibunda Dijawab Innalillahi

Sang ibu sempat menelepon Farhan Syafero tadi subuh, namun dijawab petugas RS Budi Kemuliaan dengan kalimat innalillahi.

Warta Kota/Gopis Simatupang
Farhan Safero (31), korban tewas dalam aksi unjuk rasa di depan Gedung Bawaslu RI, disemayamkan di Kampung Rawa Kalong RT03/07, Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Rabu (22/5/2019). Rencananya korban akan dimakamkan siang ini, tak jauh dari rumah duka. 

Keberadaan Farhan Syafero (30) di lokasi kericuhan seputar Gedung Bawaslu RI dan sekitarnya, ternyata tidak diketahui oleh orang tuanya.

Farida (52), ibu kandung Farhan, yang tinggal di Citayam, Kota Depok, menceritakan, pada Rabu (22/5/2019) subuh, dia merasa tergerak untuk menghubungi nomor telepon Farhan.

Dia ingin ngobrol dengan anak keduanya itu untuk sekadar memastikan Farhan, yang tinggal di Cikarang bersama istrinya, sudah santap sahur.

Akan tetapi, jawaban di ujung telepon justru membuat Farida seakan disambar petir.

"Jam empat subuh, habis saya ngaji, enggak tahu tiba-tiba pengin nelpon Farhan," cerita Farida di rumah duka, Kampung Rawakalong, Jalan Pramuka RT 03/07 Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Kota Depok, Rabu (22/5/2019) petang.

"Tahu-tahu ada yang jawab, 'saya tim dokter dari Rumah Sakit Budi Kemuliaan. Innalillahi wa innaillaihi rajiun'. Langsung dikasih tahu kalau Farhan sudah meninggal," ujar Farida dengan mata berkaca-kaca.

Ibu dari empat orang anak itu mengaku tak menyangka Farhan pergi secepat itu, apalagi dengan cara yang tidak wajar.

Apalagi, kata Farida, malam harinya dia sempat ngobrol singkat dengan si anak.

Dia tak menyangka obrolan itu menjadi komunikasi terakhir antara dia dengan anak kesayangannya.

"Malamnya saya sempat tanya lagi dimana, dia jawab di Cikarang. Mungkin takut kali kalau ngomong di situ (lokasi demonstrasi--Red)," bilangnya.

Dalam keadaan kritis, Farhan sempat dilarikan ke RS Budi Kemuliaan.

Namun, nyawanya tak tertolong. Farhan lalu dibawa ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk keperluan otopsi, yang belakangan ditolak keluarga.

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved