Ketika Akusara Group Bantu Ubah Citra Remaja Masjid

Ramadan Jazz Festival 2019 yang digelar Remaja Islam Cut Meutia dikemas secara menarik.

Ketika Akusara Group Bantu Ubah Citra Remaja Masjid
istimewa
Founder Akusara Group, Andhika Mauludi (kedua dari kiri) saat menyaksikan gelaran Ramadan Jazz Festival (RJF) 2019 yang diadakan RICMA, di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2019). 

Ada yang berbeda dari gelaran Ramadan Jazz Festival (RJF) yang diadakan Remaja Islam Cut Meutia atau RICMA bersama Akusara Group, tahun ini.

RICMA, Remaja Islam Cut Meutia, sukses menghadirkan Jeremy Passion, penyanyi dan penulis lagu berkebangsaan Filipina-Amerika Serikat.

Jeremy tampil sebagai penutup rangkaian gelaran Ramadan Jazz Festival (RJF) yang mengusung tema Love Unites All" di Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2019) kemarin.

Acara tahunan ini juga sukses menggandeng deretan musisi tanah air. Berbeda dari 2018, Jeremy menjadi satu-satunya artis internasional yang manggung.

Kehadirannya menyempurnakan tata panggung yang dibuat Akusara Group dengan pencahayaan terbaik yang membuat konser malam itu seperti bermandikan cahaya.

"Ini bagian dari dukungan kami atau CSR dalam bentuk kreativitas. Jadi kegiatan sosial, ibadah, dan menghibur. Kami juga mendukung seputar teknik produksi agar dakwah sosial lebih menyentuh dan memberikan pengalaman yang berbeda," kata salah satu founder Akusara Group, Andhika Mauludi.

Andhika menyatakan pihaknya dibantu Akusara Production (Event Organizer), Akusara Prosound (Sound System), Akusara Prolight (Lighting), Akumoment (Photo Video), serta Akusewa (Online Rental Platform). Andhika dibantu Mohammad Soeharto dan Muhammad Pradana Indraputra.

"Total kami mendukung karena ingin membuat atau mengubah image (penilaian) kalau remaja (masjid) juga bisa bekerja lebih profesional," ujar Andhika.

Ia berharap pola pikir para remaja dan orangtua dapat bertransformasi. Masjid, lanjutnya, harus bisa menjadi tempat “bermain” yang wajib dikunjungi, khususnya untuk para remaja.

Menurutnya, selama ini yang muncul adalah banyak remaja berpikiran masjid merupakan tempat yang tidak menarik, karena hanya ada salat, mengaji, dan rutinitas kegiatan agama lainnya.

Halaman
12
Editor: Eko Priyono
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved