Pilpres 2019

Begini Hubungan Darah Mahfud MD Dengan Pencipta Robot Pemantau Real Count KPU di Kubu Prabowo

Begini Hubungan Darah Mahfud MD Dengan Pencipta Robot Pemantau Real Count KPU.di Kubu Prabowo. Simak selengkapnya.

Begini Hubungan Darah Mahfud MD Dengan Pencipta Robot Pemantau Real Count KPU di Kubu Prabowo
Tribun Jabar/capture gerindra TV
Nama Hairul Anas Suaidi kini sedang jadi sorotan. Namanya mendadak terkenal setelah bicara di acara yang digagas kubu calon presiden 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Ketika masih duduk di bangku SD, Hairul Anas suka bermain layang-layang bersama teman-temannya di desanya.

Seorang keluarga Hairul Anas, Hamzah saat ditemui di rumahnya di Dusun Rongrongan, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Kamis (16/5/2019), menceritakan kehidupan semasa kecil Anas. 

“Seperti anak-anak lainnya, waktu kecil dulu sering bersama teman-temannya bermain di luar. Namun yang paling disenangi bermain layangan. Bahkan, kerap ia membuat membuat layangan sendiri, tapi bukan untuk dijual, melainkan untuk dipakai sendiri,” kata Hamzah, salah .

Meski Anas sama seperti anak sebaya lainnya, lanjut Hamzah, waktunya tidak hanya dihabiskan untuk bermain.

Dia dikenal rajin dan tekun belajar.

 MUI Kota Bekasi Imbau Masyarakat Tolak People Power

 BPSJTK Bekasi Jual Ratusan Paket Sembako Setengah Harga

 Hindari Calo, Nonton Persib vs Persipura di Stadion Besok Tiketnya Hanya Dijual Online di PERSIBapp

Hairul Anas Suadi merupakan Caleg DPR RI dari PBB
Hairul Anas Suadi merupakan Caleg DPR RI dari PBB (Facebook Hairul Anas Suadi)

 Bawalu Beberkan Sejumlah Kesalahan KPU di Pemilu 2019, BPN Berharap Tim Jokowi Didiskualifikasi

 MUI dan Sejumlah Tokoh Agama Kota Bekasi Tolak People Power

Sehingga ketika bebarapa temannya datang ke rumah untuk mengajak bermain, terkadang Hairul Anas menolak dan lebih memilih belajar.

Menurut Hamzah, sang ayah almarhum Sarim, semasa hidupnya menjadi kepala SD di kawasan Kecamatan Pegantenan.

Rumah yang ditempat termasuk rumah sederhana banguan tua, berukurang 6 x 8 meter.

Namun yang ditempai Anas ini sudah ambruk, karena lapuk dimakan usia dan tidak dibangun lagi.

Menurut Hamzah, Sarim meninggal dunia ketika Anas masih duduk di bangku SMP.

 MUI Kota Bekasi Imbau Masyarakat Tolak People Power

 BPSJTK Bekasi Jual Ratusan Paket Sembako Setengah Harga

 Hindari Calo, Nonton Persib vs Persipura di Stadion Besok Tiketnya Hanya Dijual Online di PERSIBapp

 Bawalu Beberkan Sejumlah Kesalahan KPU di Pemilu 2019, BPN Berharap Tim Jokowi Didiskualifikasi

 MUI dan Sejumlah Tokoh Agama Kota Bekasi Tolak People Power

Halaman
1234
Editor: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved