Rabu, 8 April 2026

Kesehatan

Penyakit Lupus Lebih Sering Serang Perempuan, Begini Penjelasannya

Lupus bisa menyerang siapa saja, termasuk selebritas dunia. Salah satunya Selena Gomez. Lupus merupakan penyakit yang sering menyerang perempuan.

Penulis: Feryanto Hadi |

Lupus merupakan penyakit yang sering menyerang perempuan. Penyakit lupus bisa menyerang siapa saja, termasuk selebritas dunia. Salah satunya Selena Gomez.

BAHKAN karena penyakit ini, mantan kekasih Justin Bieber itu juga mengalami gagal ginjal.

Hal itu bisa terjadi karena lupus merupakan penyakit autoimun yang rentan menyebabkan komplikasi terutama pada ginjal.

Lupus lebih banyak menyerang perempuan usia produktif, sulit dideteksi, dan tidak mudah disembuhkan. Oleh karena itu, penting bagi perempuan untuk mengetahui tentang penyakit lupus.

Head of Health Claim Department Sequis dr AP Hendratno mengatakan, gejala awal penyakit lupus seringkali tidak terdeteksi karena gejala yang ditunjukkan tidak khas dengan manifestasi klinis yang bervariasi dari ringan sampai berat.

 Andre Taulany Dirindukan Sule, Sempat Disumpah Serapah Jihan Fahira Hingga Diberi Nasihat

 VIRAL Kisah Naja Lumpuh Otak Sejak Lahir yang Sanggup Hafal 30 Juz Alquran Dalam 10 Bulan

 Perempuan yang Merekam Video Pemuda Ancam Penggal Kepala Jokowi Turut Dilaporkan ke Polisi

 VIRAL Diduga Aniaya Siswi SMA, Sopir Taksi Ngamuk dan Ajak Duel Orangtua Siswi Sampai Lepas Seragam

Tingkat keparahannya pun dari ringan, berat hingga mengancam jiwa.

Secara umum, tanda fisik yang sering dikeluhkan pasien, seperti kelelahan berlebihan, nyeri sendi, demam sangat tinggi, sensitif pada sinar matahari, dan berat badan terus turun.

"Lupus bukan disebabkan oleh penurunan daya tahan tubuh tetapi kondisi kekebalan tubuh yang kehilangan kemampuan membedakan sel dan jaringan tubuh sendiri dengan substansi asing sehingga sistem kekebalan tubuh malah menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh itu sendiri," ujar dr Hendra melalui pesan email yang diterima Warta Kota, Senin (13/5/2016).

"Sebaiknya, obat atau suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunostimulator) dihindari atau tidak dikonsumsi," imbuhnya.

Jika gejala awal sudah terlihat, kata dr Hendra, lebih baik segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui diagnosa awal, mendapatkan pengobatan, dan mengontrol respon autoimunitas untuk mengurangi kerusakan organ yang diserang.

Ia menegaskan agar selagi sehat sebaiknya aktif menjalankan gaya hidup sehat untuk mencegah terjadinya penyakit lupus.

“Sebaiknya kita terutama perempuan mempraktikkan gaya hidup sehat, tidak merokok, dan rutin berolahraga. Sementara mereka yang penyakit lupusnya sudah terkontrol sebaiknya menghindari faktor pencetusnya, seperti paparan sinar matahari langsung, stres, dan tidak mengonsumsi obat-obatan yang tidak perlu apalagi tanpa sepengetahuan dokter, jangan lupa gunakan lotion pelindung kulit pada bagian kulit yang akan terpapar sinar matahari,” tambah dr Hendra.

Ia juga menyarankan agar tetap melakukan kontrol ke dokter setiap 6 bulan sampai dengan 1 tahun sekali untuk mengevaluasi kesehatan karena interaksi dengan sekitar dapat memicu penularan penyakit.

Tentang Penyakit Lupus

Dokter spesialis penyakit dalam OMNI Hospitals Pulomas, dr.Suzy Maria, Sp.PD menimpali, tidak mudah mendiagnosis penyakit lupus bahkan sering kali terlambat karena gejala yang sering tidak khas di awal perjalanan penyakit.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved