Kuis Yosan
Dendi Memecahkan Misteri Huruf N di Bungkus Permen Karet
Kuis permen karet Yosan yang sulit itu akhirnya ada pemenangnya. Dendi pun mendapat sepeda.
Penulis: Joko Supriyanto |
PALMERAH-WARTA KOTA
Sebagian besar masyarakat yang tumbuh besar di era 1990-an pasti mengenal permen Yosan.
Bukan hanya rasanya yang membuat permen ini banyak penggemar, melainkan kuis berhadiah yang ditawarkan produsen permen ini.
Konsumen hanya diminta mengumpulkan huruf yang tercantum di kemasan, sehingga memembentuk kata Yosan, alias merek permen itu.
Yosan memang cukup melegenda di tahun 1990-an. Tak cuma anak-anak, remaja dan orang dewasa pun menyukai permen ini.
Kemasan warna-warni, seperti hijau, merah, dan kuning, menjadikan permen ini meriah dan menarik.
Namun, selain warna yang meriah itu, Yosan menawarkan hal menarik lainnya, yakni "penasaran".
Pasalnya, kuis yang digelar Yosan ini ternyata sulit untuk dimenangkan. Soalnya hanya segelintir orang yang bisa membentuk kata "YOSAN", dari huruf yang ditemukan di bungkusnya.
Huruf yang paling sulit diperoleh adalah "N", sehingga kesulitan ini memunculkan atmosfer misteri di kalangan pencinta permen karet ini.
• Generasi 90an Wajib Mampir ke Toko Ini, Cokelat Payung dan Permen Karet Yosan Paling Top
Banyak orang berhasil merangkai huruf menjadi kata "YOSA", namun huruf "N" tak kunjung datang.
Akhirnya tak sedikit orang yang mengira produsen permen ini tidak pernah menerbitkan huruf "N" di kemasan permen.
Kuis itu hanya dianggap strategi bisnis, supaya permen itu laku. Benarkah demikian?
Jika hal itu ditanyakan kepada Dend Ivandi, pria pasti menjawan bukan. Soalnya, dia baru saja menemukan huruf "N".
Artinya, karyawan sebuah perusahaan di Jakarta Barat ini memenangi kuis YOSAN, yang dipikir banyak orang tidak pernah ada pemenangnya.
"Sebenarnya saya sudah suka permen ini sejak kecil. Nah, kebetulan waktu itu lagi browsing muncul iklan Yosan, yang membuat saya kepikiran lagi dengan permen jaman dulu ini. Saya langsung beli via online dua pack," kata Dendi Ivandi, Rabu (8/5) .
Ketika itu Dendi bukan pensaran dengan kuisnya, melainkan karena ingin bernostalgia dengan rasanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/dendi-ivandi-pemenang-kuis-yosan.jpg)