Pasar Modal
Efek Perang Dagang, Bagaimana Pergerakan IHSG Pekan Depan?
Efek Perang Dagang Antara Amerika Serikat dan China Bagaimana Pergerakan IHSG Pekan Depan?
Pada hari ini pergerakan IHSG naik setelah kekhawatiran investor yang cenderung menurun.
AS akan melanjutkan persiapan pengenaan tarif impor baru terhadap barang-barang dari China.
WARTA KOTA, PALMERAH--- Setelah hampir menyentuh level 6.100 jelang penutupan perdagangan sesi I, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup menguat di level 6.209 pada akhir perdagangan, Jumat (10/5/2019).
Ketika pasar dibuka, indeks berada pada posisi 6.203.
Itu berarti selama satu hari, indeks mengalami kenaikan 10,31 poin atau sekitar 0,17 persen.
• Bank Indonesia: Kebutuhan Uang Tunai di Bulan Ramadan Hingga Lebaran Diperkirakan Rp 217,1 Triliun
Tentu hal tersebut menjadi secercah harapan bagi indeks mengingat selama sepekan penurunan IHSG sudah mencapai -1,75 persen.
Sebanyak 213 saham mengalami kenaikan. Sedangkan 183 saham lainnya menurun, dan 131 saham tidak bergerak.
Meski begitu asing masih mencatatkan aksi jual cukup tinggi.
• Pesan Makanan Lewat Go-Jek, Diantar Pakai Garuda Indonesia
Di pasar reguler, aksi jual asing mencapai sebesar Rp 859, 2 miliar.
Sedangkan di semua pasar, aksi jual asing sebesar Rp 897, 5 miliar.
Analis Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, mengatakan, pada hari ini pergerakan IHSG naik setelah kekhawatiran investor yang cenderung menurun.
• Tidak Hanya Perang Dagang, Amerika Serikat dan China Juga Beradu di Mesin Perang
"Utamanya terkait dengan perang dagang Amerika Serikat dengan China," kata Lanjar kepada Kontan.
Lanjar mengatakan, optimistis investor terdorong oleh langkah utusan Presiden Xi Jinping dalam kesepakatan perdagangan di Washington.
Meski dikabarkan mundur dari semua kesepakatan, pada akhirnya China dan AS masih akan melanjutkan perundingan pada Jumat pagi waktu Washington.
• Ditekan Donald Trump, China Punya 3 Senjata untuk Balas Amerika Serikat
Hal ini tentu menjadi perkembangan yang baik.
Bila menilik pada perdagangan sebelumnya, pada hari Kamis (9/5/2019), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, AS akan melanjutkan persiapan pengenaan tarif impor baru terhadap barang-barang dari China.
Trump disebut siap melakukan pengenaan tarif 25 persen terhadap 325 miliar dollar AS lebih barang-barang dari China.
• Tarif Impor China Dinaikan oleh Trump, China Siap Membalas
Sentimen itu juga mengerek indeks perdagangan di China.
Indeks Hang Seng misalnya naik sebesar 0.84 persen. Sedangkan indeks Shanghai naik 3,63 persen.
Sedangkan secara teknikal, analis Bina Artha Sekuritas, Nafan Aji, mengatakan pergerakan IHSG sudah menunjukkan indikator oversold.
• Ada 2 Perusahaan Fintech Terancam Dicoret AFPI, Ada Penjelasan dari OJK
"Juga dapat disimak ada pola bullish bar yang mengindikasikan potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG pekan depan," kata Nafan kepada Kontan.co.id.
Lanjar dan Nafan memprediksikan IHSG berpotensi mengalami melanjutkan penguatan pada perdagangan pekan depan.
Lanjar memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level 6.200-6.260.
Sedangkan Nafan Aji memperkirakan pada perdagangan pekan depan, IHSG akan bergerak di rentang 6.113-6.280.
• Pengaduan dari Masyarakat soal Fintech, AFPI: Ada 2 Fintech yang Dilaporkan
Berita ini sudah diunggah di Kontan.co.id dengan judul Bagaimana nasib IHSG pekan depan? berikut prediksi dari dua analis ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/prospek-ihsg-pekan-depan___77777.jpg)