Selasa, 21 April 2026

Rafli Terduga Teroris Jarang ke Toko tapi Mengawasi Pakai CCTV dari Pengakuan Karyawan Wanky Cell

Dia jarang ke toko dia, paling seminggu sekali. Dia bilang, kerja kalian (karyawannya) diawasi dari CCTV.

Penulis: Muhammad Azzam |
Warta Kota/Muhammad Azzam
Arif (19) karyawan Rafli alias Eky Yudistira Wijayanto (EYW), yang disebut sebagai terduga teroris sekaligus pemilik toko selular "Wanky Cell" di Jalan Mochtar Tabrani, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. 

Rafli alias Eky Yudistira Wijayanto (EYW) terduga teroris sekaligus pemilik toko selular "Wanky Cell" di Jalan Mochtar Tabrani, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi jarang ke toko.

Eky juga terhitung ke toko hanya seminggu sekali.

"Dia (Rafli alias Eky) yang handle toko. Tapi, dia jarang ke toko dia, paling seminggu sekali. Dia bilang kerja kalian (karyawannya) diawasi pakai CCTV," kata Arif (19) karyawan Wanky Cell, di Jalan Muchtar Tabrani, Kelurahan Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (9/5/2019).

Arif menjelaskan jika datang ke toko, Eky selalu bersama istrinya.

"Suka datang sama istrinya, kalau datang paling nyuruhnya kemasin aksesoris. Kadang juga suka dibawain makanan," ujarnya.

Toko selular
Toko selular "Wanky Cell" di Jalan Mochtar Tabrani, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

Arif yang telah bekerja selama satu tahun itu sama sekali tak menyangka dan tak ada rasa curiga bosnya Eky merupakan komplotan teroris.

"Engga nyangka aja, penampilan biasa aja, rambutnya gondrong, di toko dia juga enggak punya ruangan khusus karena ini semua kan ruangan display," jelasnya.

Adapun toko handphone Wanky Cell di Jalan Muhtar Tabrani, Bekasi Utara telah beroperasi selama dua tahun.

"Sudah dua tahun, sudah izin juga ke ketua RT. Ada 4 toko, wilayah PUP (Pondok Ungu Permai), Candrabaga, THB (Taman Harapan Baru) sama ini (Jalan KH Muchtar Tabrani)," katanya.

Dirinya yang telah bekerja selama satu tahun ini, terkadang dipindahkan menjaga toko ke cabang lainnya.

"Saya juga suka dipindah-pindah ke cabang lain. Kalau yang digeladah ini, ada empat karyawannya termasuk saya," jelasnya.

Ia mengaku terakhir ketemu Eky sekitar dua hari lalu. Eky datang bersama istrinya untuk mengontrol toko.

"Terkahir ketemu 2 atau 3 hari yang lalu. Dia ngontrol rutin dan cuma nyuruh doang
packaging aksesoris HP terus pergi lagi. Mas Eky kalau kesini pasti sama istrinya," ujarnya.

Arif saat penggeledahan tidak sedang berada dilokasi, dikarenakan dirinya sedang kuliah.

"Saya kan kuliah, jadi pas datang ke toko sudah ramai. Motor saya juga sempat disita, karena kan saya tinggal di toko," jelasnya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved