Kesehatan
Mitos atau Fakta, Sperma Encer Berpengaruh Terhadap Kesuburan Pria dan Sulit Punya Anak
Darah dalam air mani disebebakan karena tekanan darah tinggi, infeksi menular seksual, infeksi prostat, kanker prostat, testis.
Sperma yang berupa carian putih kental dapat bervariasi dalam warna dan konsistensinya.
Air mani atau sperma encer dapat terjadi karena jumlah sperma rendah, faktor gaya hidup, dan kekurangan nutrisi.
Apakah sperma encer ini dapat memengaruhi kesuburan, mengapa warna sperma berubah, kapan harus kedokter, dan penanganannya?
Jumlah sperma rendah
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan jumlah sperma rendah atau oligospermia memproduksi kurang dari 15 juta sperma per mililiter.
Memiliki jumlah sperma rendah dapat membuat seseorang lebih sulit untuk membuat hamil pasangannya.
Namun, sperma rendah bukan berarti tidak subur dan tidak bisa membuahi pasangannya.
Tidak ada alasan jelas mengapa jumlah sperma rendah.
Meski begitu, beberapa kondisi genetik, seperti sindrom Klinefelter, dapat memengaruhi jumlah sperma pria.
Penyebab lain jumlah sperma rendah meliputi kelainan hormon seperti hipertiroidisme dan hipogonadisme, infeksi, paparan radiasi atau racun.
Selain itu, bahan kimia industri, herbisida, timbal, penggunaan obat, asupan alkohol berlebihan, penggunaan tembakau, kelebihan berat badan dan obat- obatan.
• Alat KB Terbaru Untuk Para Pria, Pil Kontrasepsi Pria yang Mengurangi Produksi Sperma
Varikokel
Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah yang mengalir dari testis ke skrotum.
Varikokel bisa jadi tidak ada gejala, tetapi dapat mengurangi produksi sperma dan menurunkan kualitasnya.
Varikokel dapat berkembang di satu atau kedua sisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sperma-encer09.jpg)