Persib
Robert Rene Albert, Pelatih Baru Persib Diberi Target Juara dan Menyanggupinya. Ini Alasannya
Ia mengaku setiap kali dipercaya menjadi juru taktik tim selalu diberikan target untuk menjadi juara termasuk bersama Maung Bandung.
Akhirnya, Robert Rene Alberts memutuskan untuk ke Prancis.
Di sana, Robert Rene Alberts sempat bermain bersama Clermont Foot selama setahun, tepatnya pada 1975.
• PSM Makassar Melenggang ke Semifinal Piala Indonesia Usai Taklukkan Bhayangkara FC 2-0
Setelah dari Negeri Eiffel, Robert Rene Alberts berlabuh di Kanada dengan memperkuat Vancouver Whitecaps pada 1976.
Tahun berikutnya, Robert Rene Alberts memutuskan untuk ke Swedia.
Pada tahun 1978 sampai 1983, Robert Rene Alberts pernah memperkuat Hittarps IK.
Setelah memutuskan gantung sepatu, Robert Rene Alberts pun jadi pelatih.
Adalah Hittarps Ik yang jadi pelabuhan pertamanya sebagai pelatih kepala pada 1984.
Tercatat, Robert Rene Alberts menjadi pelatih kepala di klub itu hinga 1987.
Kemudian, Robert Rene Alberts juga pernah jadi pelatih di Astorps IK pada tahun 1988-1991.
Klub pertama yang dilatih Robert Rene Alberts adalah Kedah FA pada 1992 hingga 1995.
Di Kedah FA, Robert Rene Alberts berhasi mempersembahkan trofi Juara Divisi 1 Liga Semi Pro dan Piala Malaysia edisi 1993.
• Asyik, Karim yang Bercita-cita jadi Tentara Diajak Panglima TNI ke Malang
Kemudian, Robert Rene Alberts singgah di Tanjong Pagar pada 1996-1998 hingga Home United pada 1999.
Di nama terakhir yang disebut, Robert Rene Alberts sukses mempersembahkan juara Liga Singapura musim 1999.
Sebelum ke Indonesia, Robert Rene Alberts pun rupanya pernah menukangi Korea Selatan U-17 pada 2002 sampai 2004, Malaysia U-19 pada 2007, dan Serawak FA pada 2008 hingga 2009.
Akhirnya setelah malang melintang melatih tim nasional, Robert Rene Alberts memutuskan untuk melatih Arema.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/robert-rene-albert-s.jpg)