Ada 4 Faktor Perusahaan Fintech Ilegal Terus Bermunculan di Indonesia

Ada Empat Faktor Perusahaan Fintech Ilegal Terus Bermunculan di Indonesia, dan Berasal dari China, Malaysia, Singapura, dan Amerika Serikat.

Ada 4 Faktor Perusahaan Fintech Ilegal Terus Bermunculan di Indonesia
thinkstockphotos
Ilustrasi. Perusahaan financial technology atau fintech ilegal terus bermunculan sehingga meresahkan masyarakat. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Perusahaan financial technology atau fintech ilegal terus bermunculan sehingga meresahkan masyarakat.

Terbaru Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi menemukan 144 entitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer lending atau pinjaman namun tidak terdaftar atau tidak memiliki izin usaha dari OJK.

Di Mana Lokasi Syuting Film Avengers: Endgame? Ada Dua Tempat Dijadikan Lokasi Syuting

"Fintech ilegal banyak juga dari China. Kalau kita lihat servernya, kebanyakan dari Indonesia, banyak juga dari Amerika Serikat, Singapura, dan Malaysia," ujar Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing kepada Kontan.co.id, Minggu (28/4/2019).

Tongam mengatakan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan masih banyak fintech ilegal di Indonesia.

Pertama, sangat mudah membuat aplikasi website dengan kemajuan teknologi informasi saat ini.

Tol JORR 2 Bisa Jadi Pemicu Kota Satelit Mandiri di Sekitar Jakarta

Kedua, pangsa pasar yang masih besar untuk pinjaman online di Indonesia.

Ketiga, tingkat pengetahuan masyarakat mengenai fintech masih perlu ditingkatkan

"Keempat, Memberikan kemudahan dalam pinjaman uang, walaupun pada dasarnya mereka mengenakan bunga, fee dan denda yang tinggi. OJK merespon perkembangan fintech ini dengan baik melalui POJK 77 tahun 2016, sehingga ada dasar hukum untuk fintech lending beroperasi di Indonesia," kata Tongam.

Data Pertumbuhan Ekonomi Jadi Pemicu Pergerakan Rupiah Terhadap Dollar AS

Kendati demikian, Tongam mengaku pihaknya terus menjalankan strategi memperkuat tindakan preventif dan represif.

Tindakan preventif terutama edukasi ke masyarakat agar selalu berhubungan dengan fintech yang terdaftar di OJK.

Halaman
12
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved