Ujian Nasional Berbasis Komputer

UNBK Rampung, Ratiyono Jelaskan Mengapa Ada Tiga Sesi

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) rampung hari ini.

UNBK Rampung, Ratiyono Jelaskan Mengapa Ada Tiga Sesi
Warta Kota
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Jakarta, Senin (22/4/2019). Hari pertama pelaksanaan UNBK SMP di Jakarta dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung lancar. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Anggie Lianda Putri

GAMBIR, WARTAKOTALIVE.COM - Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) rampung hari ini.

Dalam ujian kali ini, diterapkan tiga sesi yakni sesi pertama pukul 7.30 WIB - 9.30 WIB, sesi dua pukul 10.00 WIB - 12.00 WIB dan sesi tiga pukul 14.00 WIB - 16.00 WIB.

"Ya, tahun ini alhamdulillah ada tiga sesi. Masing-masing dua jam," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta, Ratiyono di Balai Kota, Kamis (25/4/2019).

Ia pun menjabarkan dari 1.321 sekolah, sebanyak 357 sekolah menerapkan satu sesi, 857 sekolah menerapkan dua sesi dan 107 sekolah yang menerapkan tiga sesi.

Hal tersebut mengungkapkan sesi-sesi tersebut dibagi berdasarkan dengan tingkat kemampuan dan ketersediaan komputer di masing-masing sekolah.

Menurut Ratiyono, meski ada sekolah yang terbagi dalam beberapa sesi, namun sejumlah sekolah lainnya juga berhasil melaksanakan UNBK dengan satu sesi berkat bantuan dari para orangtua murid yang meminjamkan laptopnya.

"Nah yang satu sesi satu itu komputernya cukup. Termaksud dukungan dari orangtua yang meminjamkan laptopnya untuk di setting. Disetting untuk Ujian Nasional, makanya jadi cukup satu sesi saja," kata Ratiyono.

Dalam pelaksanaan UNBK tingkat SMP selam empat hari ini, ia mengklaim berjalan lancar karena tidak ada kendala yang terjadi.

Ia pun menyebut bahwa tingkat kecoboran soal menjadi minim lantaran ujian dilaksanakan dengan berbasis komputer.

"Itu yang namanya ujian berbasis komputer, kendalinya ada di Puspendik. Pusat Penilaian Pendidikan. Itu ada di kementerian, dan kita tinggal mengikuti jaringannya. Sehingga sangat terkendali dan kemungkinan bocor menjadi sangat kecil. Karena kendalinya baru hari itu soal-soalnya," kata Ratiyono. (M16)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved