Pemilu 2019

MUI Keluarkan Tujuh Seruan dalam Tausiah Kebangsaan kepada Seluruh Komponen Bangsa, Ini Alasannya!

MUI Keluarkan Tujuh Seruan yang ditujukan kepada seluruh komponen bangsa dalam Tausiah Kebangsaan untuk Redam Konflik Pascapemilu 2019.

MUI Keluarkan Tujuh Seruan dalam Tausiah Kebangsaan kepada Seluruh Komponen Bangsa, Ini Alasannya!
Tribun Bogor
Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin 

Cara berikutnya, melalui klaim kemenangan oleh kedua pasangan capres dan cawapres, yang dapat dan telah menimbulkan eforia dari pendukung masing-masing, hal mana berpotensi menimbulkan konflik di kalangan rakyat.

Berikutnya, melalui pemberitaan media massa, baik cetak, elektronik, maupun media sosial secara tidak berimbang yang menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat.

Tausiah ketiga, MUI menyerukan kepada semua pihak baik tim sukses, relawan, dan pendukung masing-masing pasangan capres dan cawapres untuk dapat menahan diri tidak bertindak anarkis, dan main hakim sendiri, namun menyerahkan penyelesaian setiap sengketa melalui jalur hukum berdasarkan prinsip taat konstitusi.

Keempat, mendesak kepada penyelenggara pemilu sesuai amanat konstitusi yaitu pemilu diselenggarakan berdasarkan asas Luber dan Jurdil, untuk melaksanakan tahapan-tahapan berikutnya dengan senantiasa berpegang teguh kepada ada-ada tersebut khususnya jujur dan adil.

"Maka KPU, Bawaslu, DKPP dan pihak keamanan beserta jajarannya masing-masing untuk berlaku profesional, objektif, transparan dan imparsial, non partisan," kata Yusnar.

Kelima yakni, secara khusus mendesak lembaga penegakan hukum dan keamanan (Manakah Konstitusi, TNI dan Polri) untuk mengemban amanat dan tanggungjawab dengan tidak mengedepankan kepentingan kecuali kepada bangsa dan negara.

Keenam, menyerukan kepada umat Islam khususnya agar dapat menyatukan hati, pikiran dan langkah untuk menegakkan persaudaraan keislaman (ukhuwah islamiyah) dan persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathoniyah) dalam koordinasi MUI.

Ketujuh, mengajak seluruh umat beragama, khususnya umat Islam, untuk senantiasa memanjatkan doa kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia aman dan sentosa, rukun, damai serta terhindar dari malapetaka perpecahan.

Tausiah kebangsaan itu ditandatangani oleh ketua dan sekjen masing-masing Dewan Pertimbangan dan Dewan Pimpinan MUI.

Din mengatakan tausiah kebangsaan sangat kuat dan tinggi posisinya. MUI sehari lembaga keagamaan memiliki panggilan moral untuk mengkoreksi yang salah. Bukan sebagai imparsial maupun partisan

Din menyebutkan, di MUI tempat berhimpun puluhan ormas Islam pusat dan daerah khusus perempuan, mengimbau masyarakat menyatukan pikiran dan hati menegakkan persaudaraan dan kebangsaan.

"Jangan ada melangkah sendiri, kami akan memantapkan koordnasi mengawal NKRI menjaga keutuhan bangsa," kata Din. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved